Penyebab Kesulitan Belajar

PENYEBAB KESULITAN BELAJAR

Pendahuluan

Setiap guru mendambakan para siswanya dapat belajar dengan baik. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Sehingga guru mungkin pernah menemui atau mengalami beberapa siswa yang selalu membuat ulah, selalu mengacau, rendah diri, malas, lambat menghafal, ataupun membenci mata pelajaran misalnya pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, ataupun Bahasa Inggris. Di sisi lain ada siswa yang biasa ceria tetapi dengan tiba-tiba saja menjadi murung dan malas belajar. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, mengapa hal seperti itu dapat terjadi? Kenyataan-kenyataan ini menunjukkan bahwa siswa dapat mengalami hal-hal yang menyebabkan ia tidak dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Mungkin juga, si siswa dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung, namun tidak maksimal. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri si anak sendiri dan dapat juga dari luar. Dalam kegiatan belajar yang dilakukan siswa atau mahasiswa tidaklah selalu lancar seperti apa yang diharapkannya. Mereka terkadang mengalami kesulitan  atau berbagai hambatan-hambatan dalam belajar.

 

Penyebab Kesulitan Belajar

Pada tahun 1987, the National Joint Commite on Learning Disabilities (NJCLD) menetapkan bahwa “Kesulitan Belajar” adalah suatu istilah umum yang berkenaan  dengan gangguan pada kelompok heterogen yang benar-benar mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan kemampuan pendengaran, bicara, membaca, menulis, berfikir atau matematika. Penyebabnya bersifat intrinsik dan diperkirakan karena disfungsi system syaraf pusat. Kesulitan belajar itu juga dapat terjadi bersamaan dengan hambatan atau kelainan tersebut. Adapun kemungkinan yang paling tinggi sebagai penyebab terjadinya kesulitan belajar adalah hambatan perkembangan otak (system syaraf pusat).

Jika diamati dengan seksama pada anak-anak usia prasekolah dan yang sekolah yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari , bermain atau belajar, maka Nampak beberapa dari mereka mengalami hambatan minimal pada gerak (motorik), penginderaan (sensorik) atau persepsi, sehingga prestasi belajarnya cenderung rendah dalam pembelajaran.

  1. Hambatan minimal pada fungsi gerakan (motorik)

Anak-anak yang mengalami hambatan ini biasanya mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan dengan sempurna. Missal seorang anak mengalami disfungsi minimal pada gerak otot-oto di sekitar mulut dan wajah, anak akan mengalami gangguan artikulasi yang dapat menghambat perkembangan bahasanya.

  1. Hambatan miniml pada fungsi penginderaan

Seorang anak yang mengalami hambatan minimal pada fungsi penginderaan (penglihata), akan mengalami kesulitan untuk membedakan suatu obyek dari lainnya, misal: tidak dapat mengenal abjad dari susunan huruf, suku kata, dan kata, tidak mampu mengingat isi bacaan yang tertulis.

Ada pun anak-anak yang mengalami kesulitan membaca atau dikte yang bukan disebabkan karena ia tidak mampu mendengar, melainkan karena mengalami disfungsi minimal pada fungsi penginderaan (pendengaran). Mereka biasanya mengalami kesulitan untuk mengenal, membedakan,  atau memisahkan bunyi pada kata-kata atau banyak bunyi dalam suatu kata, misalnya membedakan bunyi “b” dan “p”, “d” dan “g”, “m” dan “n”, dan sebaliknya.

  1. Intelegensi

Test Intelegensi digunakan untuk melihat skor akhir dari beberapa kemampuan , seperti: berfikir analitis dan logis, konsentrasi, pemahaman bahasa, ekspresi bahasa dan bebrbagai macam kualiatas memori, seperti memori pendengaran dan penglihatan. Mengenai intelegensi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar akibat hambatan minimal pada fungsi penginderaan, dan motorik pada umumnya normal, sedikit dibawah rata-rata atau di atas rata-rata. Tetapi hambatan minimal pada salah satu fungsi itu bagaimanapun juga dapat mempengaruhi seluruh kualitas kemampuan, jika tidak memperoleh penanganan seawal mungkin.

  1. Layanan bimbingan

Di dalam memberikan layanan bimbingan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, seorang guru tidak dapat bekerja sendiri. Mengingat keterbatasan pada setiap orang, karena tidak mempunyai waktu yang cukup jika menangani sendiri. Perlunya kerjasama para ahli. Mengingat luasnya permasalahan kesulitan belajar menulis dan membaca sebagai akibat hambatan penginderaan dan motorik.

 

Hambatan-hambatan dalam Belajar

  1. Faktor endogen  ialah faktor  yang datang dari diri anak itu sendiri.  Hal ini dapat bersifat:
    1. Biologis
    2. Psikologis
    3. Faktor exogen ialah hambatan yang dapat timbul dari luar diri anak. Faktor ini meliputi:
      1. Faktor lingkungan keluarga
      2. Faktor lingkungan sekolah, dan
      3. Faktor lingkungan masyarakat

 

  1. Faktor Endogen
    1. Faktor Biologis

Faktor yang secara langsung berhubungan dengan jasmani anak. Factor ini meliputi:

1)      Kesehatan

2)      Cacat Badan

 

  1. Faktor Psikologis

Faktor yang berhubungan dengan kejiwaan (psikis) atau rohaniah. Yang termasuk dalam faktor psikologi ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

1)      Intelegensi

2)      Perhatian

3)      Minat

4)      Bakat

5)      Emosi

 

  1. Faktor Exogen
    1. Lingkungan keluarga

1)      Orang tua

2)      Suasana Rumah

3)      Keadaan social ekonomi

  1. Sekolah

1)      Interaksi guru dan murid

2)      Cara penyajian

3)      Hubungan antar murid

4)      Standar pelajaran di atas ukuran

5)      Media pendidikan

6)      Keadaan gedung

7)      Disiplin sekolah

8)      Metode belajar

9)      Pekerjaan rumah

  1. Masyarakat

1)      Mass media

2)      Teman bergaul

3)      Kegiatan dalam masyarakat

4)      Cara hidup lingkungan

 

Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Para ahli seperti Cooney, Davis & Henderson (1975) telah mengidentifikasikan beberapa faktor penyebab kesulitan tersebut, di antaranya:

 

1. FAKTOR FISIOLOGIS

Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang berfungsinya otak, susunan syaraf ataupun bagian-bagian tubuh lain. Para guru harus menyadari bahwa hal yang paling berperan pada waktu belajar adalah kesiapan otak dan sistem syaraf dalam menerima, memroses, menyimpan, ataupun memunculkan kembali informasi yang sudah disimpan. Kalau ada bagian yang tidak beres pada bagian tertentu dari otak seorang siswa, maka dengan sendirinya siswa akan mengalami kesulitan belajar. Bayangkan kalau sistem syaraf atau otak anak kita karena sesuatu dan lain hal kurang berfungsi secara sempurna. Akibatnya ia akan mengalami hambatan ketika belajar.

Di samping itu, siswa yang sakit-sakitan, tidak makan pagi, kurang baik dalam pendengaran, penglihatan ataupun pengucapannya sedikit banyak akan menghadapi kesulitan belajar. Untuk menghindari hal tersebut dan untuk membantu siswanya, seorang guru hendaknya memperhatikan hal-hal yang berkait dengan kesulitan siswa ini. Seorang siswa dengan pendengaran ataupun penglihatan yang kurang baik, sebaiknya menempati tempat di bagian depan. Untuk para orang tua, terutama ibu, makanan selama masa kehamilan akan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan fisik putra-putrinya. Makanan yang dapat membantu pertumbuhan otak dan sistem syaraf bayi yang masih di dalam kandungan haruslah menjadi perhatian para orang tua.

 

2. FAKTOR SOSIAL

Merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah jika orang tua dan masyarakat sekeliling sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar dan kecerdasan siswa, sebagaimana ada yang menyatakan bahwa sekolah adalah cerminan masyarakat dan anak adalah gambaran orang tuanya. Oleh karena itu ada beberapa faktor penyebab kesulitan belajar yang berkait dengan sikap dan keadaan keluarga serta masyarakat sekeliling yang kurang mendukung siswa tersebut untuk belajar sepenuh hati. Sebagai contoh, orang tua yang sering menyatakan bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa setan (karena sulit) akan dapat menurunkan kemauan anaknya unutuk belajar bahasa pergaulan internasional itu. Kalau ia tidak menguasai bahan tersebut ia akan mengatakan “Ah Bapak saya tidak bisa juga.” Untuk itu, setiap guru tidak seharusnya menyatakan sulitnya mata pelajaran tertentu di depan siswanya. Tetangga yang mengatakan sekolah tidak penting karena banyak sarjana menganggur, masyarakat yang selalu minum minuman keras dan melawan hukum, orang tua yang selalu marah, nonton TV setiap saat, tidak terbuka ataupun kurang menyayangi anaknya dengan sepenuh hati, merupakan contoh dari beberapa faktor sosial yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa.

Lingkungan di sekitar siswa harus dapat membantu mereka untuk belajar semaksimal mungkin selama mereka belajar di sekolah. Dengan cara seperti ini, lingkungan dan sekolah akan membantu para siswa, harapan bangsa ini untuk berkembang dan bertumbuh menjadi lebih cerdas. Siswa dengan kemampuan cukup seharusnya dapat dikembangkan menjadi siswa berkemampuan baik, yang berkemampuan kurang dapat dikembangkan menjadi berkemampuan cukup. Sekali lagi, orang tua, guru, dan masyarakat, secara sengaja atau tidak sengaja, dapat menyebabkan kesulitan bagi siswa. Karenanya, peran orang tua dan guru dalam membentengi para siswa dari pengaruh negatif masyarakat sekitar, di samping perannya dalam memotivasi para siswa untuk tetap belajar menjadi sangat menentukan.

 

  1. FAKTOR KEJIWAAN

Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang mendukungnya perasaan hati (emosi) siswa unutuk belajar secara sungguh-sungguh. Sebagai contoh, ada siswa yang tidak suka mata pelajaran tertentu karena ia selalu gagal mempelajari mata pelajaran itu. Jika hal ini terjadi, siswa tersebut akan mengalami kesulitan belajar yang sangat berat. Hal ini merupakan contoh dari faktor emosi yang menyebabkan kesulitan belajar. Contoh lain adalah siswa yang rendah diri, siswa yang ditinggalkan orang yang paling disayangi dan menjadikannya sedih berkepanjangan akan mempengaruhi proses belajar dan dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang dapat mempelajari suatu mata pelajaran dengan baik akan menyenangi mata pelajaran tersebut. Begitu juga sebaliknya, anak yang tidak menyenangi suatu mata pelajaran biasanya tidak atau kurang berhasil mempelajari mata pelajaran tersebut. Karenanya, tugas utama yang sangat menentukan bagi seorang guru adalah bagaimana membantu siswanya sehingga mereka dapat mempelajari setiap materi dengan baik. Yang perlu mendapatkan perhatian juga, hukuman yang diberikan seorang guru dapat menyebabkan siswanya lebih giat belajar, namun dapat juga menyebabkan mereka tidak menyukai guru mata pelajaran tersebut. Dapat juga terjadi, si siswa lalu membenci sama sekali mata pelajaran yang diasuh guru tersebut. Kalau hal seperti ini terjadi, tentunya akan sangat merugikan siswa tersebut. Peran guru memang sangat menentukan. Seorang siswa yang pada hari kemarinnya hanya mampu mengerjakan 3 dari 10 soal dengan benar, lalu dua hari kemudian ia hanya mampu mengerjakan 4 dari 10 soal dengan benar, gurunya harus menghargai kemajuan tersebut. Guru hendaknya jangan hanya melihat hasilnya saja, namun hendaknya menghargai usaha kerasnya. Dengan cara seperti ini, diharapkan siswa akan lebih berusaha lagi. Intinya, tindakan seorang guru dapat mempengaruhi perasaan dan emosi siswanya. Tindakan tersebut dapat menjadikan seorang siswa menjadi lebih baik, namun dapat juga menjadikan seorang siswa menjadi tidak mau lagi untuk belajar suatu mata pelajaran.

 

  1. FAKTOR INTELEKTUAL

Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang sempurna atau kurang normalnya tingkat kecerdasan siswa. Para guru harus meyakini bahwa setiap siswa mempunyai tingkat kecerdasan berbeda. Ada siswa yang sangat sulit menghafal sesuatu, ada yang sangat lamban menguasai materi tertentu, ada yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat dan juga ada yang sangat sulit membayangkan dan bernalar. Hal-hal yang disebutkan tadi dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajar pada diri siswa tersebut.

 

  1. FAKTOR KEPENDIDIKAN

Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan belum mantapnya lembaga pendidikan secara umum. Guru yang selalu meremehkan siswa, guru yang tidak bisa memotivasi siswa untuk belajar lebih giat, guru yang membiarkan siswanya melakukan hal-hal yang salah, guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaan siswa, sekolah yang membiarkan para siswa bolos tanpa ada sanksi tertentu, adalah contoh dari faktor-faktor penyebab kesulitan dan pada akhirnya akan menyebabkan ketidak berhasilan siswa tersebut.

 

 

Simpulan

Kesulitan belajar adalah suatu istilah umum yang berkenaan dengan gangguan pada kelompok heterogen yang benar-benar mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan kemampuan pendengaran, bicara, membaca, menulis, berfikir atau matematika. Beberapa dari mereka mengalami hambatan minimal pada gerak (motorik), penginderaan (sensorik) atau persepsi. Adapula hambatan-hambatan dalam belajar lainnya yaitu faktor endogen yang meliputi biologis dan psikologis. Juga  Faktor exogen, meliputi faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat. Cooney, Davis & Henderson (1975) telah mengidentifikasikan beberapa faktor penyebab kesulitan tersebut, di antaranya; faktor fisiologis, faktor sosial, dan faktor pendidikan.

Oleh karena itu tugas atau peran orang tua, calon orang tua, dan pendidik lainnya, mesti mengetahui atau memahami secara mendalam faktor-faktor yang berpengarug atau mengahambat kegiatan belajar anak, sehingga dikemudian hari dapat membina anak, siswa, ataupun mahasiswanya secara individual dan efektif.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Hidayat, dkk. 2006. Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: UPI Press.

Shadiq, Fadjar. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar. Microsoft Word – AA LitanSiswa_WartaGuru_.doc. 05 Sepetember 2007.

Sukardi, Dewi Ketutu.1983. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.

 

 

*Kurang lebih isi dari pembahasan di atas, yaitu menyalin dari referensi yang tertulis pada pustaka.

By. Muzzamilah: PBSi-Strategi Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s