SI LELAKI DALAM MENTARI & KUKECUP TUHAN; puisiku

SI LELAKI DALAM MENTARI

Serangkai pohon di pojok taman
Terduduk sepi, hiasi hari yang tak jua sunyi
Bersama dedaunan yang jatuh melingkar kini
Seperti serpihan kegalauan yang kualami
Lagi, kupandang si lelaki muda di sisi jalan
Dia berdiri menatap kuat sesosok raga
Tak sangka, tak terduga
Mengapa?
Nadi dan hati bergetar ikuti irama kemilau mentari
Tiba si lelaki menghampiri
Namun, lagi dan lagi,
Mengapa?
Sepi membelenggu kedua tubuh ini, walau tipis seperti embun yang menerjang gemericik gerimis pagi
Tapi,
Kian angin yang berlalu
Kian masa yang terus memutar waktu
Hingga akhirnya, cinta melelehkan keterpakuan
Antara hati yang ternyata menunggu kesepakatan dua insani yang menyatu
Sungguh aku mencintamu

Oleh: Muzzamilah Zamil

KUKECUP TUHAN

Mata cahya merona jingga hampiri ufuk mega
Berlalulalang si kecil yang bersayap kitari sang dasar semesta Bernyanyi alunan dzikir yang telah menjadi takdir
Kini lukis-Nya begitu mengikis habis kegalauan hati
Serasa kembangkan raut kemurnian diri
Satu kecup untuk-Mu, dari untaian doa dan puji
Sapa-Mu melalui sepoi kesejukan pagi, lembut terasa
Engkau tatap aku sangatlah dekat, selekat urat nadi
Lalu detak detiknya serasa mengayun merdu syahdu
Satu kecup untuk-Mu, disetiap kelima waktu
Berlumur tangis rindu di kedua mutiara indra penglihatanku
Bumi seraya terhentak menatap kuasa akan diri-Mu
Merunduk, bersujud hanya pada berlian kalbu
Satu kecup untuk-Mu karena kasih yang selalu menabur disegala penjuru masa
Lalu, kini, lusa, dan nanti
Ya Rahman Ya Rahim, Cinta Itu abadi
Satu kecup untuk-Mu. Tuhanku Ya Rabbi

by. Muzzamilah

Juara Umum I oleh Muzzamilah Zamil dengan puisi berjudul “Kukecup Tuhan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s