Asap Beracun; Puisi

Berduyun dalam keramaian

Melangkah dalam keheningan

Berbinar dengan rokok dalam pegangan

Tak ada makan tak apa

Tak ada kawan tak apa

Tak ada rokok sungguhlah resah

Sepelintir tembakau berbaur di jalan

Serpihan abu panas meleleh di lantai

Sehisap asap terhirup sampai kerongkongan

Menunggu sesak hampirkan sial

Mereka berlalu, tampak asap mengepul di bibirnya

Mereka terhenti, menaiki kendaraan penghasil racun setiap hari

Itulah mereka yang menyapu jalan aspal dengan roda dan kakinya

Hentian beradu dalam satu pijak

Jua waktu naungi segala gerak

Dari dulu hingga kini

Tak henti mereka sakiti kami

Oleh: Muzzamilah

Cigombong, 14 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s