Tari Saman “Ceritaku”

Aku akan mebahas sedikit pengalaman dan segala rasa yang aku alami ketika aku mengenal tari saman.  Pertama kali aku berlatih saman ketika aku tinggal di asrama putri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berlanjut aku mengikuti kegiatan tari saman di fakultas Tarbiyah  “POSTAR ‘Pojok Seni Tarbiyah’”. Di sanalah aku mulai menyukai tari saman.

 

Tari saman adalah tarian yang sangat aku kagumi. Tarian ini sangat menarik, dan bahkan sudah mendunia. Tarian ini diiringi nyanyian-nyanyian yang di dalamnya berisikan lantunan puji-pujian terhadap Allah dan Rasul. Nada-nada yang dilontarkan begitu merdu dan serasa terhipnotis apabila mendengarkan liriknya dengan seksama, ditambah dengan gerakan yang mencerminkan kekompakan, keserasian, ketepatan, ketelitian, ketelatenan, dan keindahan.

 

Ada pula tarian saman ini diiringi dengan suara gendang. Tapi tentu tidak harus memakai gendang, juga tidak apa-apa. Mungkin akan lebih baik dan menarik jika menggunakan gendang (versi Aceh)/rebana, serasa ada semangat yang mendorong untuk terus manarikan tarian ini. *bisa kalian cari tahu gendang khas Aceh seperti apa, sebenarnya aku tidak tahu namanya, silahkan kalian tanya saja pada paman Google.

 

Untuk menarikan tarian ini dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Dan butuh kerja ekstra jika ingin lekas menarikan tarian saman dengan terampil tentunya. Selain dibutuhkan kerjasama dan kekompakan sesama penari lainnya, pribadi pun harus siap mengolah kerjasama antara otak kanan dan otak kiri. Kerja sama di antara keduanya sangatlah penting, menurutku seperti itu. Jadi, menari saman bukanlah menari sekedar iseng dan hobi saja, melainkan pelatihan terhadap diri pribadi baik secara intelektual, religiusitas, juga hubungan terhadapa sesama.

 

Tari saman adalah tarian tradisional Indonesia yang tidak kalah populernya dengan tarian-tarian tradisional yang ada di Indonesia. Bahkan tarian saman sudah sangat dikenal dikalangan manca negara. Tari saman berasal dari dataran Tinggi Gayo. Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

 

Satu hal yang saya harapkan, yaitu tarian tradisional ini dimasukkan dalam kurikulum perguruan tinggi dan sekolah diseluruh Indonesia. Namun, tidak hanya untuk satu tarian saja, melainkan segala tarian tradisional lainnya.

 

Sekilas dari banyaknya lantunan-lantunan lirik tari saman Aceh.

 

  • <span>Salam Pembuka</span>

*Assalamualaikum warohmatullah,

Jaro, duablaa ateu jimaala

Jaro, lansiplo diateu ubo

Salamualaikum

Lon tegur sapa

 

*Hei Janaah ; heee..i

Rato Madodah

*meng ingat ingat wahai eurakan

Kebudayaan baro tajagan

Baro tajagan, kebudayaan

Erat budaya, budaya luar

 

  •  Astagfirullah

Astagfirullah ; Allah Allah Allah

Wanawana’uh ; Allah Allah Allah

Wabizambina wamaulana wabizambi’uh ; Allah Allah Allah

 

  • Assalamualaikum

Assalamualaikum tameng bererodro

Tameng tameng japiyo u’a teu tika

Karena karena salam nabi keun sunnah

Jaro jaro tanmumat syarat mulia ;

 

  • Milen

Milen milen laha walaha uhela

Milen milen lahe walahe uhele ;

Pukon lalon saya lonka lonkuwe

Kapute pute longka otaya

Bukon lakon saya

Lonka lon ware

Yanggo nega pute

Suma yang hana

 

  • Doda, hai si

Doda idi hai si

Doda idang

Gelayang rangka putor talo

Berejang rayo hai bantai sedang;

Ja tulung rang muso nangro;

Bukon le sayng lun gallon pade

Jipot angen le reba metimpa

Bukon le saying jud pang bong hate;

Udep ka mate jud tanyo duoh;

 

  • Otsa

Hai la otsa

Dilla ombakme

Ailun kapaidi

Etre namabure

Bure hai bacutre

Salammun konsa

Lahlun salamun

Salah awaiba

Gatra hei la otsa

 

  • Judma Jud

Hei judma, jude dikuro kuro unong

Jiku mingtamang udalam donya

Uro dikuro malam di sebeh

Malaikat cehguya doh jelma

 

  • Ya uallah

Ya ualla ualla eha..

Ala eha ala eha laiallah

Hei matoja toja ugle

Tembo hate tembo hate tatalan kapal

Lahe jume, jumelon saja

Laho tuje laho tuje waherenya

 

  • Amin

Amin Allah sembah amin

Ure mukmin kelagege doa

Berkat rahmat Allah yang beri

Nangro Aceh makmur sejahtera

 

  • Lale

Lale lale katanyo lale

Hana jantate umuka.. tuha

Kutengon janghon kutengon mise

Hatom ta comble tikamussalah

Kutengon jangon kutengon misse

Hatom ta comble tikamus salah ; 2x

Lale lale lale

 

  • Laen lai a doe

Hayanenyo!

Laen lai adoe

Lagu ka ape

Laen lai adoe

Yang ka mo hiding

Laen lai adoe

Tame mung iwang

Laen lai adoe

Uro ka ju’ula

 

  • Penutup

Banyak variasi gerakan dalam menutup tari saman, pertama, penari mengikuti aba-aba dari syeh berupa satu kata misalnya (itss!). kedua, ada pula lirik yang musti dinyanyikan bersama (Hei hei hei tujalahe, hiding haila haiding, hiding haila hai ding, hiding haila haiding wajala eha ehala..), ketiga, bisa langsung dialihkan kegerakan penutup. Selebihnya bisa kalian lihat di You Tube.

 

*Harap maklum jika ada kata-kata yang tentunya salah, karena aku bukan asli dari masyarakat Gayo juga Aceh, aku berasal dari suku Sunda tepatnya di Kabupaten Bogor perbatasan Bogor-Sukabumi Kecamatan Cigombong *Sedikit promosi tempat tinggal hehe. Lanjut: Semua lirik-lirik yang aku tulis, bersumber dari video You Tube dan nyanyian yang kakak kelasku ajarkan di POSTAR, itu pun aku tidak meminta tulisannya, aku hanya mendengarkannya saja, lalu aku tulis kembali di catatan ini. Juga judul-judul yang ada di setiap urutan di atas, itu aku beri judul sendiri, hanya untuk menandainya saja, biar tidak bingung dan gampang diingat.

 

 

Muzzamilah, 11 Desember 2010

 

4 pemikiran pada “Tari Saman “Ceritaku”

    1. Ada di youtube kok, untuk detil liriknya aku juga masih belum pasti itu bener, soalnya yang aku catat itu sesuai sama apa yang aku dengarin aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s