Cerpen Anak: Terima kasih Kak Naila

Terima Kasih Kak Naila

Minggu pagi, Sella pergi berolah raga bersama kak Naila. Mimiknya tiba-tiba berubah menjadi sangat senang, karena Sella masih teringat dengan nilai pelajaran oleh raganya.
“Kak, nilai pelajaran olah raga Sella kan 85 kak!” Kak Naila langsung memandang Sella dengan tersenyum manis.
“Wah, kamu pintar, pantas saja badan Sella jadi sehat, kakak kalah sama Sella” Sella kembali tersenyum bangga.
“Tapi, bagaimana nilai pelajaran yang lainnya? Misalnya pelajaran Bahasa sama Matematikanya?” ucap kak Naila lembut
Tiba-tiba saja raut Sella jadi sedikit muram, “Nilai Bahasa sama Matematika aku kecil kak”
“Ya sudah, tidak apa-apa kok Sella, artinya kamu harus rajin belajar lagi, nanti malam kamu mau tidak belajar bareng kakak?”
“Mau kak!” kini Sella pun kembali riang dan menikmati olah raganya.
Malam itu Sella mulai menyiapkan buku-buku pelajaran yang akan dibawa besok pagi, tapi sepertinya Sella kurang bersemangat. Sella memikirkan nilai-nilai ujian yang kurang bagus, seperti Bahasa dan Matematika. Sella memang kurang pandai dalam mengarang dan menghitung, karena itu Sella sangat sedih. Sella hanya pandai dalam pelajaran olah raga dan kesenian, bahkan Sella pintar berenang, jago berlari, juga pintar menari. Bahkan nilai Olah raga dan seninya lebih unggul dari teman-teman sekelas Sella yang lain.
“Sella kamu kenapa?” Tanya kak Naila sambil membelai rambut Sella
“Aku sedih kak, nilai Bahasa sama Matematika aku kecil”
“Sekarangkan bukannya kakak mau ajarin Sella yah?”
“Iya kak, tapi tetap saja Sella sedih, sella takut gak bisa, Sella gak bisa baca puisi, gak bisa mengarang, gak bisa berhitung dengan cepat, bahkan Sella sudah lupa sama tokoh-tokoh sastrawan yang kemarin lusa diterangkan sama ibu guru”
“Kalau belum dicoba jangan dulu bilang tidak bisa, kamu harus mencobanya adikku sayang”
“Iya kak?”
“Iya, jadi kamu harus terus berusaha, sekarang kakak mau tanya sama Sella, Sella sekarang jago berenang karena apa?”
“Sella belajar kak”
“Terus, Sella selalu berlatih gak”
“Iya kak, malah setiap pulang sekolah Sella berenang”
“Nah, sama seperti belajar Bahasa dan Matematika, kamu harus selalu berlatih, karena dengan terus berlatih dan belajar, kamu pasti bisa”
“Iya kak! Kalau gitu Sella akan terus berusaha dan belajar”
“Nah itu baru adiknya kakak” Sella kini semakin optimis dan yakin kalau dirinya akan pintar dalam pelajaran Bahasa dan Matematika.
Pagi sudah tiba, dan saatnya Sella pergi ke sekolah. Hari itu sella di hadapkan dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Namun, sekarang Sella tidak muram karena seperti yang dikatakan oleh kak Naila, Sella harus rajin belajar dan tetap optimis.
“Intan!” Sella memanggil teman sebangkunya yang baru datang
“Ada apa Sella?”
“Nanti kita belajar Bahasa sama Matematika yuk?”
“Yuk! Kapan?”
“Ehm.. nanti siang saja habis pulang sekolah, kamu ke rumah aku, mau gak?”
“Ya! aku mau”
Kini setiap pulang sekolah Sella selalu belajar bersama dengan Intan, dan tentu saja guru yang setia mengajari Sella dan Intan adalah kak Naila. Walaupun Sella sekarang lebih sering belajar Bahasa dan Matematika tapi Sella tetap tidak bisa melupakan hobinya berolah raga, Setelah belajar Sella dan Intan pasti berenang dengan riang.
Seminggu berlalu, akhirnya Sella kembali dihadapkan dengan ujian sekolah. Sella yang dulunya sering muram karena ujian Bahasa dan Matematika kini menjadi lebih santai dan selalu tersenyum pada kertas ujian, menurutnya ujian kali ini sangat mudah. Sella tidak lagi mengeluh karena susahnya pelajaran Bahasa dan Matematika.
Ujian cepat sekali berakhir, sepertinya para siswa sudah tidak sabar untuk melihat hasil ujiannya terutama Sella, kertas ujian pun di bagikan oleh para guru. Tiba-tiba air mata Sella menetes dan tersenyum bangga, karena dia tidak menyangka bahwa nilanya sangat memuaskan. Tampak angka 95 menghiasi kertas ujian Sella. Dengan mata yang berbinar-binar, Sella mulai membandingkan nilainya dengan nilai teman-teman sekelas, ternyata nilai Matematika dan Bahasa Sella adalah yang paling tinggi.
“Intan!, nilai aku bagus, aku dapat 95”
“Wah… aku juga dapat bagus, nilaiku 90, kamu hebat Sella” mereka tertawa riang gembira.
“Oh iya, aku mau kasih kado buat kak Naila, karena kak Naila sudah ngajarin kita, kira-kira apa yah?”
“Boneka saja”
“Ya! kalau gitu sekarang kita beli boneka yuk!”
“Ok”
Sesampainya di rumah Sella dan Intan terus saja tersenyum. Dilihatnya kak Naila sedang santai menonton TV, dan dengan serentak mengagetkan kak Naila.
“Daar!”
“Aaa! ya ampun, kalian ini ngagetin kakak saja”
“Ini buat kakak” tiba-tiba Sella memberikan sebuah boneka sapi kesukaan kak Naila
“Apa ini, kakakkan hari ini tidak ulang tahun”
“Ini untuk kakak, karena kakak sudah ngajarin kita, dan nilai ujiannya sangat bagus kak” Sella menyodorkan kertas ujiannya pada Kak Naila.
“Kakak senang sekali, terima kasih adikku sayang, terima kasih Intan, kakak bangga sama kalian” Kak Naila pun memeluk mereka berdua dengan lembut.
“Terima kasih kak Naila”
Kini rasa gembira dan bahagia melingkupi suasana hati kak Naila, Intan, dan terutama Sella.

Cerpen Anak: Muzzamilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s