Puisi: Dalam diksi yang sama

Awal Kisah Dari-Mu

Terlahir menggema kumandang adzan dalam bisik syahdu
Teriakku pecahkan haru ibu dan bapak yang kini menatap lembut wajahku
Lantunan syukur kian tersulam dalam balut kasih Tuhan
Sepiku pun hilang ketika malam tepiskan diri dari kehampaan

Kupandang raut ibu dengan melodi merdu lagu yang ia seru
Puji pada kekasih Rabbi, sang Nabi yang berhati suci
Menyingkap kata cinta dan kasih yang terukir dalam mega diri
Jua langit akan cermin kuasa dan anugrah cinta sang Ilahi

Ya Rabbi
ya Rabbi
ya Rabbi

Bermalam

Malam menghentak karena detak
Terobos kelelapan tanpa sesak
Menyibak waktu yang melaju
Serta rasa kian ingin menyapa mereka; ucapnya pada kita

Tegap berpijak pada satu poros
Seakan estetika berada pada purnama
Bibir bercibir mutiara kata
Pintaku padaNya akan pertemuan kita; ucapnya akan cinta

Dalam sunyi,
Dalam suci;
Teringat kisah cinta antara-mu dan kita
Walau waktu kian memburumu, dan
Sengaja berlomba untuk hentikan raga
Namun tetap lidahmu bergolak ungkapkan rasa

Dalam sunyi
Dalam suci;
Sungguh hati nuansakan puspa
Berguyur kerinduan hingga puncak kata
Dapatkah kuberjumpa denganmu di sana
Oh, rosulku, rosulku, rosulku; ucapku kepadanya

Merindu-Mu

Bergegas kala adzan berkumandang
Meniti kerinduan yang tak tertahankan
Berjuta rasa kala wudhu basahi muka
Nikmat segala basuh raga

Jejakku tak berpaling dari niat utama
Memuji dan berdoa kepada-Nya
Dalam subuh sunyi menyelimuti
Temani purnama yang malam tadi

Takbir bergeming dalam lubuk hati
Berlanjut pada ayat suci
Gelorakan penantian tuju Ilahi
Kala ia ‘kan jemputku nanti

Muzzamilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s