Lomba TOLE UDIN: TOkoh LEgenda Unik Daerah INdonesia

Salam Sastra,

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Memang nggak gampang membuat cerita rada-rada lucu dengan tokoh-tokoh pandir ala Nasruddin Hoja, Abunawas dan Bahlul, yang konon banyak tesebar di Nusantara. Yang kita kenal selama ini dan paling popul

ar adalah Kabayan (Jabar), Pak Belalang (Sumatra). Ini karena tokoh-tokoh pandir itu jarang muncul atau dimunculkan ke permukaan. Sehingga, terkadang, masyarakat

dari provinsi tertentu belum tentu tahu siapa tokoh legenda dari daerahnya yang mirip atau setipe dengan Kabayan.

Dari 16 cerita yang diamanatkan oleh panitia kepada saya untuk dinilai, hanya

ada beberapa yang berani ekploratif. Artinya, nggak terpaku pada pakem, lantaran tokoh legenda itu dibawa ke masa sekarang. Yah, rada-rada mirip film Kabayan-nya Jamie Aditya (Kabayan Jadi Milioner). Saya sendiri pernah membuat naskah sandiwara/drama panggung berjudul “Jenar Siti Jenar” dan “Wahsyi” (Pembunuh Paman Nabi Saw, Sayyidina. Hamzah) tahun 1980-an, yang menarik tokoh-tokoh yang hidup ratusan tahun lalu itu

ke dalam kehidupan saya sekarang ini.

Saya tidak ingin memberikan penilaian satu per satu, tapi secara general saja.

1. Yang pertama, masih ada saja penulis yang “kurang santun” dan rada males

nulis kalimat dengan sempurna.

Bila ingin sungguh-sungguh jadi penulis, sebaiknya “sopan” dikit dan jangan males, apalagi kalo cerpen yang ditulis

itu untuk dilombakan dalam sebuah kompetisi. Maksudnya “sopan” (dan jangan males) adalah biasakan nulis             kalimat atau kata nggak disingkat-singkat. Yang jadi yg, sedang jadi sdg, muter-muter jadi muter2. Cerpen yang ditulis dengan kalimat sempurna, nggak disingkat-singkat, lebih enak dibaca dan terasa kalo penulisnya sangat men

ghormati dan menghargai karyanya sendiri! (Sebelum dihormati dan dihargai orang lain).

2. Sebelum dikirim, dibaca lagi. Jangan sampe terjadi kayak gene:

Pada suatu

hari ada anak bebek ke lindes mobil dijalan raya yang lebar nya

minta ampun. Emak anak bebek itu

nangis sesenggukan menyesali diri nggak habis-habis karena merasa lalai menjaga dan melindungi anaknya itu.

betapa malang nasibku!”

(Perhatikan tanda baca dan ejaannya!)

3. Sebagian besar karya yang masuk serius banget cara bertuturnya, bikin saya ja

di serius juga ngebacanya. Waktu nulisnya memang harus serius, tapi hasilnya harus terkesan nggak serius dan konyol. Namanya juga cerita unik

4. Ada juga cerita yang alurnya “nggak perlu banget”. Artinya, plot (alur) itu nggak ngedukung cerita (nggak kebangun suasana, nggak naikan tensi emosi pembaca, juga… pokoknya nggak banget deh, hehehehe….)

5. Tapi, saya salut dan makasih banget lantaran temen-temen sudah berkenan mengirimkan cerpen itu ke lomba Tole Udin ini. Saya yakin, cerpen-cerpen itu bukan cerpen terbaik yang keluar dari imajinasi temen-temen. Masih ada lagi cerpen-cerpen hebat, liar eh luar biasa dan dahsyat yang bakal mbrojjol dari benak temen-temen. Saya percaya itu.

Itulah sekadar catatan saya. Dan saya sendiri bukanlah seorang yang bisa bikin cerpen hebat juga. Sama aja ama temen-temen. Tapi, apa boleh buat…. Mas Untung, eh Mas Sanusi mendaulat saya sebagai Juri. Jadi mau nggak mau, saya harus memberikan penilaian pada karya temen-temen. Sebagai penilai, saya bebas menilai karya temen-temen dari

berbagai sudut pandang.

Kreativitas nggak boleh mati, tetep semangat dan terus berkarya!

Itu aja.

Salam ta’zim,

bAgus ( Dwi Bagus. MB )

***

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Cerita lucu yang diangkat dari tokoh legenda lucu yang pernah ada baik yang berasal dari negeri sendiri atau negeri ‘antaberanta’ dan pernah di baca dan diketahui oleh peminat sastra tanah air merupakan karya sastra yang jaya pada masanya. Budaya sosial saat itu membutuhkan seorang tokoh yang bisa menjadi ‘gambaran sosial budaya’ masyaraka

t

kala itu. Tak perlu disebut satu persatu nama-nama tokoh konyol dan lucu tersebut. Secara umum tokoh konyol dan lucu tersebut mencerminkan budaya berpikir, bersosial dan pandangan politik suatu masyarakat dimana tokoh tersebut berasal.

Adalah sangat menarik bila peminat sastra masa kini memiliki talenta untuk ‘menghadirkan kembali’ tokoh-tokoh konyol dan lucu tersebut dimasa kini dengan sudut pandang penulis sendiri tanpa harus menghilangkan karakter, sifat dan jenaka sang tokoh yang ‘dilahirkan kembali’.

Kembali ke TOLE UDIN. Secara umum semua cerita bagus dan menggelitik. Terlepas dari kaedah penulisan yang baik dan benar. Sayangnya cerita yang diangkat masih bersinggungan dengan pakem-pakem yang sudah pernah ada. Sehingga sedikit berkesan pengulangan. Ada beberapa cerita yang memiliki klimaks hampir disemua paragraf. Bayangkan ketika kita bercerita dihadapan umum atau teman-teman kita. Dari awal ke akhir cerita flat..tidak ada klimaks yang membu

at cerita lucu dan konyol menjadi GEEEEEEEEERRRR….maka teman-teman anda akan berkata :

“Hambaaaaaaarr..”…atau “Gariiiiiing..”. itulah yang Choesny rasakan.

Tadinya Choesny berharap, TOLE UDIN ini bisa memunculkan karakter dan ‘nafas’ penulisnya bisa hadir pada sosok tokoh yang diangkat. Dengan kata lain penulis A menjadi seorang Abunawas tempo kini atau penulis B menjadi seorang Kabayan. Tentunya dengan visi, ambisi dan alur cerita masa kini. Bukan tidak mungkin Jaka Tarub dan 7 kontestan ratu kecantikan bisa hadir kembali. Bukan tidak mungkin Kabayan jadi anggota KPK dan tidak ada larangan seorang Naga Bonar me

njadi Panglima ABRI, tentunya dalam koridor sebuah karya sastra nan ciamik tentunya.

“Ada ikan dan sambal terasi, cukup sekian dan terima kasih”.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

M.Choesny ( Choesny Muhammad )

***

Demikian dua catatan dari Juri, dan langsung saja, inilah 3 ( tiga ) Peserta yang berhas

il keluar sebagai Juara, mereka adalah :

JUARA I – Uang sebesar Rp.150.000,- + 1 Buah Buku Jomblo Cenat-Cenut.Com (bertanda tangan penulis), diraih oleh :  Suden Basayev – Dendan Wonokairun dan Perkawinan Joko Bodo

JUARA II – Uang sebesar Rp.100.000,- + 1 Buah Buku Jomblo Cenat-Cenut.Com (bertanda tangan penulis), diraih oleh : Harry Gunawan – Tuty 2011

JUARA III – Uang sebesar Rp. 75.000,- + 1 Buah Buku Jomblo Cenat-C

enut.Com  (bertanda tangan penulis), diarih oleh : Rosi Meilani – Kabayan Kecebur Sumur

Dan berikut 5 karya yang juga akan ikut menghiasi buku TOLE UDIN :

Aira Arsitha – Facebook Putri Aji Bedarah Putih

Mustika Wildasari – Bonar dan Sang Bebek

Haris Firmansyah Hirawling – Kang Keling

Om Dompet – Mercy dan Jay

Muz Zamilah – Kabayan Pulang Kampung

Selamat buat para pemenang dan mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini. Buat sahabat yang karyanya belum terpilih jangan berkecil hati, melainkan menjadikan ini motivasi untuk menghasilkan karya lebih baik lagi. 

Dumai (Riau) – 10 September 2011,

Lucky Andrean Sanusi ( Creator Group TAMAN SASTRA ) 

 

NB : Rencananya karya terpilih Lomba TOLE UDIN dan KETOK PALU akan diterbitkan dalam satu buku

COPAS

http://www.facebook.com/notes/lucky-andrean-sanusi/pengumuman-pemenang-lomba-tole-udin-tokoh-legenda-unik-daerah-indonesia-/10150803592915534

Satu pemikiran pada “Lomba TOLE UDIN: TOkoh LEgenda Unik Daerah INdonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s