PR Blogger: Putih Merah yang Kurindukan

Ada PR Blogger nih!^^ baru bisa nulis lagi setelah lama ngurusin tugas kuliah yang baru kelar sebagian. PRnya mengulas dan mengintip masa di mana aku masih pakai baju putih merah, lagi unyu unyunya tuh!:D. Banyak kenangan yang sulit aku lupa, tapi banyak juga kenangan yang terlupakan. Tertantang juga menulis kisah masa lalu, soalnya harus membuka kembali waktu yang sudah hampir pudar dalam ingatan.

Kisahku di SD dulu sangat dan sangat menyenangkan. Bahkan jika waktu bisa diputar, aku lebih memilih kembali ke masa Sekolah Dasar. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali dihukum angkat kaki, pertama kali baca puisi, pertama kali dicubit pusernya karena tidak bisa menjawab soal Matematika, pertama kali makan emping besar yang rasanya sumpah enak banget, dan banyak lagi kisahku saat itu. Aku juga ingat permainan yang sering aku mainkan bersama sahabat-sahabatku, main karet, main bekel, main gambar, main benteng-bentengan, main boyboyan, dan bahkan ada yang bawa congklak ke Sekolah, hahaha.

                Pelajaran yang paling aku suka pastinya Matematika. Why? Karena, gurunya gokil abiss. Namanya pak Endang, setiap kali pulang sekolah pasti pak Endang memberikan soal. Dan yang bisa boleh langsung pulang, saat itu adrenalinku meningkat pesat untuk lekas menyelesaikan soal itu. Hem, aku benar-benar ingin menyelesaikannya dan mengalahkan Yanti, teman kelasku yang sangat pintar. Tapi sayang, lagi-lagi aku kalah satu langkah olehnya, tepat sepuluh detik sebelum aku menyelesaikan soal itu Yanti sudah menyalami pak Endang. Oh ya, aku sering juga kena cubit sama pak Endang gara-gara tidak membuat tugas, sebenranya aku selalu buat PR tapi aku selalu lupa membawanya. Kebiasaan burukku waktu kecil sampai sekarang aku tidak pernah menyiapkan pelajaran untuk besoknya, aku selalu menyiapkan peralatan sekolah saat pagi buta. Jadi wajar kalau aku lupa hehe *jangan ditiru. Beliau sering melawak dan baik hati, aku pernah menangis dibuatnya saking lucunya lawakan pak Endang. Terus aku juga sering dipuji, karena lukisanku katanya sangt bagus. The best  deh pak Endang.

                  Pelajaran yang paling aku tidak suka adalah pelajaran bahasa Indonesia. Kenapa? Huuf! Walaupun sekarang aku kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, tapi waktu itu aku benar-benar tidak suka pelajaran bahasa Indonesia. Aku takut sama gurunya. Pernah pada suatu hari, suasana sangat rebut, dan mungkin guru itu tidak bisa menenangkan kami, jadi dia langsung saja menendang meja sampai bolong. Irrhg, menakutkan! Aku juga sering dihukum karena lupa membawa tugas, dan seumur-umur baru pertama kali nongkrong di luar kelas sambil angkat kaki dan ngejewer kuping sendiri. Mirip di film-film, tapi itu kisah nyata yang susah akau lupain.

                 Makanan favorit di sekolahku adalah emping yang ukurannya sangat besar. Bulat seperti topi-topi ala Inggris. Ditambah bihun pluss sambel kacang, ehm… nikmat daaaah. Bi  Ocah, nama penjual satu-satunya yang ada di sekolahku dulu. Aku pun sangat suka simping dan goreng tempe. Rasanya akan lebih nikmat jika memakannya setelah upacara, entah kenapa itu menjadi tradisi wajib setelah upacara sekolah selesai. Bi Ocah, I miss u..😀

                   “SAMEN”  atau  akhir kenaikan kelas.  Sering sekali  jika akhir kenaikan kelas sekolahku membuat perayaan  kecil-kecilan. Di sana siswa wajib menyalurkan bakatnya dibidang seni, baik membaca puisi, menari, menyanyi, dan bahkan ada yang melawak tapi, kebanyakan seni tari menjadi unggulan sekolah. Setiap  Samen tiba aku tidak pernah terlewat sedikit pun untuk unjuk gigi dibidang seni tari. Bahkan sampai sekarang bakat tariku tidak memudar, kini aku sering tampil untuk menarikan tari daerah seperti tari Saman, tari Sinar dari Riau, tari Puspanjani, tari Tortor, tari Jaipong, dan kini aku masih berlatih menari  di Bentara Budaya Jakarta.

              Masa sekolah dasar adalah masa yang menyenangkan. Sulit rasanya jika harus melepaskan pakaian putih merah itu. Tapi, tidak mungkin juga selamanya berada di sana. Kenangan itu sulit terlupakan, kebahagian, tawa, duka, dan kebersamaan, itulah yang menjadikan kisah masa lalu teramat sulit untuk dilepaskan.

             Terima kasih untuk guru-guruku yang sudah menjadikan aku hingga seperti ini. Aku akan selalu mengenang jasa-jasamu. Kisah kasihmu kan selalu terukir dibenakku. Terima kasih guruku.

         Terima kasih juga buat mbak Nuraini Fa yang sudah membagi PRnya..😀

Oleh Muzzamilah

2 pemikiran pada “PR Blogger: Putih Merah yang Kurindukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s