Tempat Duduk

Rabu, 15 Desember 2010, diskusi komunitas di Taman Ismail Marzuki. Sebelumnya saya ucapkan selamat bagi para penyair yang karya-karyanya telah dimuat dalam buku antologi Bunga Rampai Cerpen Panggung Komunitas DKJ, baik cerpen maupun puisi.

Tepat pukul 10.00 WIB acara akan dimulai, padahal seharusnya acara di buka pada jam 9.00 WIB. Aku pun memasuki ruangan Gedung Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Tampak hanya beberapa yang menduduki kursi-kursi kecil di sana. Mungkin keterlambatan acara dapat saya simpulkan karena peserta yang datang terlambat. Akhirnya aku duduk di bagian belakang bangku ke tiga. Saya sangat antusias sekali berada di sana dan campur aduk rasanya, ada bangga, grogi, tidak sangka dan minder juga, karena harus berhadapan sekaligus bertatap muka dengan para penyair-penyair yang tentunya karya-karya mereka sangatlah luar biasa.

Acara pun akhirnya benar-benar dimulai dan dibuka langsung oleh moderator dengan mengucapkan salam. Wah jantung saya kembali agak sedikit terusik, karena melihat Asma Nadia dan Gol A Gong di sana. Dan tidak saya nyana ternyata moderator dan Gol A Gong mempersilahkan orang-orang yang duduk di belakang untuk maju ke depan, dengan tidak sadar saya pun duduk paling depan dan tepat di hadapan moderator, yaitu dosen saya sendiri Rosida Erowati. Saya kira akan ada banyak orang yang duduk di depan tapi ternyata tidak. Oh… jantungku berdebar lebih kencang, detaknya tak lagi berdentum normal. Grogi pluss minder. Tapi ya sudahlah, di sini aku niatkan untuk belajar dan menambah pengalaman, jadi aku akan tetap percaya diri untuk duduk di depan. Walaupun sebenarnya saya kurang nyaman membelakangi para penyair senior yang duduk tepat di belakangku.

Grogiku sedikit terobati dengan ucapan Gol A Gong, katanya jangan minder duduk di depan, dan jangan merasa hebat juga duduk di depan. Intinya sih dari apa yang saya tangkap, mungkin di sini kita sama-sama belajar, duduk di depan bukan berarti orang hebat dan pintar bahkan cerdas, juga orang yang tidak duduk di depan bisa saja mereka merasa tidak ingin dianggap sombong, alias rendah hati. Memang kebanyakan dari para peserta diskusi mereka lebih mengambil tempat duduk yang ada di tengah *cari aman sepertinya hihi. Tampaknya saya tidak harus lebih menceritakan masalah tempat duduk deh, karena inti dari diskusi ini ya.. diskusi. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s