Beautiful girls

Hijab dan Jilbab


Wanita seperti intan permata, sangat berharga dan istimewa. Satu hal yang menjadi fokus utama keindahan wanita adalah auratnya. Sehingga wanita diwajibkan memakai hijab. Fungsi hijab yaitu menutup aurat, melindungi wanita dari pandangan buruk lawan jenisnya, dan tentu saja menaati perintah Allah SWT.

Islam adalah ajaran yang sempurna. Tertuang dalam kitab suci Al-Quran yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan.  Salah satunya penggunaan hijab bagi kaum perempuan. Allah SWT  memerintahkan kaum wanita untuk berhijab, tertuang dalam ayat tersebut.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al-Ahzab [33]: 59).

Dalam ayat tersebut, hijab sangatlah diwajibkan untuk kaum yang beriman. Manutupi auratnya, semata-mata demi kebaikan. Bagi wanita yang percaya terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulnya, maka menaati perintahNya adalah kewajiban sebagai umat yang beriman.

Hijab secara harfiah berarti penutup. Dan dalam keseharian berarti memakai kerudung atau jilbab. Namun, saat ini pemakaian jilbab dikalangan wanita tidak lagi identik dengan hijab sesuai syariat Islam. Memang penggunaan jilbab berfariasi sesuai dengan budaya setiap individu itu tinggal. Tapi, saat ini yang menjadi focus utama pengguna jilbab hanyalah menutupi rambut saja, padahal telah tertuang dalam QS. An-Nur [24]: 31 yang berbunyi, “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain hijab (jilbab) ke dada  mereka…”.

Kembali pada argumenku tentang hijab dan jilbab, sesuai dengan QS. An-Nur [24]: 31 kita harus menutup aurat bahkan hingga menutupi dada. Memang saat ini style berjilbab menjadi trend tersendiri agar jilbab tak menjadi barang kuno. Keanekaragaman berjilbab akan memberikan nuansa baru bagi pemakainya sehingga mereka akan lebih tertarik untuk mengenakan jilbab. Komitmen dalam mengenakkan jilbab memang sulit jika lingkungan tak mendukung seseorang untuk berhijab. Juga terkadang tawaran duniawi tak luput menjadi faktor enggannya mengenakan jilbab. Hal itu bisa saja terelakkan jika komitmen itu muncul karena keimanan. Berawal dari menggunakan jilbab karena style saja hingga akhirnya ia (yang mengenakan jilbab) meraih hidayah itu untuk terus menggunakan jilbab sesuai syariat Islam.

Butuh proses untuk menjadi manusia yang baik, cobaan tentu saja tak luput dalam kisah hidup manusia terutama dalam meraih keimanan tersebut. Salah satunya dalam berhijab, butuh pengorbanan dan komitmen yang kuat. Meraih cintaNya perlu  kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan ketulusan.

“Cantik di mata Allah SWT lebih indah tinimbang cantik di mata manusia.”

Itulah kata-kata yang terbersit di kepalaku. Cantik itu bukanlah fisik yang terlihat sempurna melainkan cara berpikir dan hati yang sabar serta tulus dalam memandang hidup. Hidup adalah anugrah yang  Allah berikan.

Oleh Muzzamilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s