Cermin: Tuhan Belum Mengizinkanku Melupakannya

 

 

Aku berharap jika ia memikirkanku. Itulah yang selama ini ada dalam benakku. Mempertanyakan akan isi hatinya. Apakah ia sama halnya denganku yang tidak bisa melupakannya? Apakah ia berdebar-debar ketika berbincang denganku? Mungkinkah dia mengharapkanku?

Setelah tujuh tahun, ia tetap ada di hatiku. Intinya aku hanya bisa menerima ia, bukan siapa pun, bahkan orang baru tak segampang itu menempati celah hati ini. Tapi, hal itu membuatku tampak seperti wanita aneh, sahabtku tentunya yang berpendapat demikian. Memang tampak aneh dan membuatku ikut aneh. Yang paling aneh, aku merasa lebih bahagia jika aku terus mengingatnya.

Sempat kecewa dengan pemikiranku tentu saja pernah. Sempat bingung, sempat jatuh sakit, sempat bangkit, sempat jatuh kembali, sempat menangis, sempat tersenyum bahagia, sempat merasa iri, sempat berpikiran jelek, sempat berpikiran positif, dan sempat-sempat lainnya.

Manusia memang memiliki permasalahannya tersendiri, baik itu tentang cinta, kehidupan, ekonomi, keluarga, dll. Saat ini aku tidak merasa kecewa sama sekali, aku hanya bisa mengambil hikmah. Tuhan tidak membiarkan aku melupakan ia, dan itu tentu ada sisi positifnya, karena Allah menginginkan yang terbaik baik bagi hambanya. Ujian itu tak semata-mata aku abaikan, tapi aku terima dengan ikhlas. Walaupun pernah mencoba melarikan diri dari permasalahan-permasalahan yang ada, namun dengan melarikan diri semuanya malah menjadi lebih berat. Oleh karena itu, apa pun yang terjadi padaku aku yakin, Allah ingin menjadikan aku lebih baik lagi.

-Aku tidak bisa melupakannya, karena Allah Swt. belum mengizinkanku untuk melupakannya –

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s