Copet Marah-marah di Angkot Jurusan Bogor-Cicurug

            Hanya berbagi pengalaman dengan peristiwa yang aku alami tadi sore. Kejadiannya tepat di Ciawi ketika aku menaiki angkot jurusan Bogor-Cicurug. Saat itu, di angkot berwarna biru tua hanya aku saja penumpangnya, hingga datang seorang pria menggendong ransel berwarna hijau lumut. Awalnya aku tidak sempat curiga, karena tampak seperti orang sewajarnya naik angkot. Namun, tiba-tiba saja aku teringat dengan pesanan Ua, untuk membelikan beberapa jeruk. Aku pun kembali turun dari angkot dan membeli jeruk, setelah itu menaiki mobil yang sama. Kini mobil tersebut sudah ada penumpang lain selain aku dan lelaki bertas hijau lumut itu. Penumpang tersebut, yaitu seorang Ibu, siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama, dan dua wanita muda yang pantas aku panggil mbak.

            Mobil perlahan-lahan melaju, aku duduk tepat di samping pintu masuk angkot yang tempat duduknya hanya muat diduduki oleh empat orang saja. Diangkot itu aku sedikit curiga dengan tingkah pria yang aku ceritakan tadi, dia berprilaku tidak wajar, lagaknya seperti pencopet atau pencuri dompet dan hanphone yang gerak-geriknya sangat aku hafal. Lelaki berwajah aneh itu membalikkan tasnya yang tipis, duduknya lebih serong ke arah depan supir, dan tangan kanannya ia simpan di balik tas itu, sedangkan tangan kirinya menindih tas yang ia pangku. Aku yang pernah mengalami hal itu ketika SMA tidak ingin merasa menyesal yang kedua kalinya, maksudku untuk menyelamatkan barang berharga orang lain. Dalam benakku terus bergejolak untuk bertindak lebih santai dan tepat pada sasaran. Dulu ketika SMA aku pernah melihat seorang pria yang mencoba untuk mencuri barang berharga milik adik kelasku, caranya pun sama, yaitu dengan membalikkan tas tipisnya serta posisi tangan dan duduknya tidak wajar. Saat itu secara spontan dan refleks aku malah menepuk tangan si pencuri.

            “Mas, ngapain tangannya!” ucapku spontan dan keras.

            Lelaki itu pun diam sejenak dan beberapa detik kemudian dia menegurku dan memarahiku. Bodohnya lagi, aku malah gemetar ketakutan dan diam tanpa kata. Kejadian itu membuatku frustasi, bukan frustasi karena dimarahi melainkan karena menegur orang yang salah. Seharusnya aku menegur adik kelasku itu bukan si pencurinya. (Pencuri itu berhasil mengambil HP milik adik kelasku) Mungkin jika aku menegur adik kelasku itu, aku bisa menyelamatkan HPnya.

            Okeh, kembali pada cerita tadi sore. Ketika melihat situasi itu, aku lekas  menegur siswi SMP dengan lembut.

            “De, tasnya tolong geser ke sini yah (menunjuk ke arahku)”

            Tapi, sepertinya dia tidak paham apa maksudku, dia kira dia yang harus geser, aku kembali berkata padanya untuk menggeser tasnya ke arahku. Pria yang duduk di sebelahnya langsung menatapku, aku yakin dia menatapku. Sengaja aku tidak membalas tatapannya, aku berpura-pura untuk melihat ke luar jendela. Namun, tiba-tiba lelaki itu mencolek daguku dan langsung memukulkan tasnya padaku. Syukurnya aku sempat menangkis pukulan itu, dan sayangnya pukulan itu mengenai seorang ibu yang duduk di seblah kiriku. Suasana menjadi tegang ketika kata-kata makian yang ia lontarkan padaku. Dadaku sesak karena aku tidak terima ia memukulku dengan tas ringannya juga makian yang melibatkan seekor anjing (paadahal apa salah anjing).

Plakkkk (si pencuri membanting tasnya kemukaku)

Aku     : Astagfirullahaladjim….

Pencuri: kamu nuduh saya copet yah!!!

Aku     : Siapa yang nuduh!!!

Pencuri: kamu nuduh saya! Saya laporin kamu ke polisi! Kalau berani ayo turun! Saya hajar kamu!

Aku     : Siapa yang bilang kalau mas pencuri, kalau marah berarti mas ngerasa dong! (aku gemetaran)

Pencuri: Saya laporin kamu ke polisi!

Aku     :Saya yang bakalan laporin ke polisi, saya berani sama mas! Dasar maling!

Pencuri: Dasar Anjing!!!

Aku     : Allahhu Akbar! (Aku hanya bisa mengingat-Nya pada saat itu, tidak ada yang kupikirkan selain meminta perlindungan dari-Nya)

           Pencuri itu pun turun dan membayar angkot sambil berkomat kamit untuk membawaku ke polisi. Aku hanya bisa berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah Swt. Semua orang yang ada di sana tentu saja kaget melihat peristiwa seperti itu. Pencuri itu benar-benar kasar. (Astagfirullah…., semoga Allah menjauhkan perilaku buruknya dariku, amin).

            Intinya, jika berada di mana pun dan kapan pun, kalian harus berdoa dan terus berdzikir, mengingat nama Allah Swt. Peristiwa itu bisa terjadi pada siapa saja. Aku harap semua orang selalu menjaga dirinya dengan baik, tetap waspada, dan berpikirlah positif terhadap apa yang di alami. Jika kalian melihat ada orang yang membawa tas tipis atau ransel yang tampak tidak ada isinya kalian harus pasang mata dengan jeli, apakah posisi duduk dan tangannya terlihat mencurigakan atau aneh.

Yang aku petik dari peristiwa ini adalah tetaplah menjadi seseorang yang berani dalam membela kebenaran (jadi mirip Power Ranger sama Baja Hitam, “Membela kebenaran dan menumpas kejahatan”).

Yakinlah jika Allah Swt. akan selalu berada di dekatmu dan melindungimu (Amin, InsyaAllah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s