Cermin: Biarkan Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Oleh Muzzamilah

 

            Mereka mencaci, menyebut Anjing, penghianat, bahkan menusuk dari belakang dan mencuri semuanya. Padahal aku hanya ingin bermain dan memasukkan bola ke dalam gawang lalu bersorak dan tertawa bahagia. Entah mengapa, karena aku bukan keluarga mereka, dengan sengaja memasukkan binatang menjijikan ke dalam makananku. Mereka sangat jahat, pantas Bapakku ingin sekali mengganyang mereka.

            Pamanku pintar dan cerdas, tapi mengapa mereka terus merendahkannya. Apa salah paman pada mereka, jelas itu masalah keluarga kami, anehnya mereka selalu mencampuri urusan keluargaku. Apa mungkin pesawatnya kurang bagus? entahlah!

            Aku rasa tidak hanya pada keluargaku saja mereka mencaci. Dengan mata kepalaku sendiri ternyata dia mencerca orang-orang yang aku kagumi, namanya Lee, Kang, Jang, Park, dan lainnya. Ya ampun, tidakkah mereka tak memiliki etika.

            Ya.. sudahlah, biarkan Anjing menggonggong Kafilah berlalu. Biarkan mereka mencaci dan mencerca hingga mulutnya berbusa, tapi kita tetaplah maju.

            Kali ini, dengan seragam merah putihku aku terus melaju. Biarkan mereka terus menghinaku, karena aku akan membuktikan pada mereka kalau aku bisa lebih baik. Aku yakin Sang Maha Cinta melihatku. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s