Cermin: Darah itu Bukan Hanya Miliknya dan Dirimu

Oleh Muzzamilah

 

            “Dia terus menyalahkanku, darah, tangisan, air mata, dan rasa sakit, bukan hanya milikmu. Aku memang lalai, tapi aku pun takut. Takut jika buah hatiku kesakitan. Bisakah dirimu diam dan melihat saja, atau tenangkan aku, jangan menambah kekisruhan. Aku pun sakit, karena aku seorang ibu. Tidak ada ibu yang tenang saja melihat anaknya menderita menahan darah yang terus bercucuran. Aku mohon mengertilah aku Suamiku. Mengertilah.”

 

            Seorang wanita muda menggendong anaknya di depan rumah yang telah roboh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s