Cermin: Kue Coklat

Oleh Muzzamilah

 

Telur itu aku pecahkan, perlahan, satu persatu. Sedikit kutambahkan gula lalu mengocoknya,  selanjutnya aku menambahkan terigu, coklat, dan mentega cair. Hidungku tampak ingin melahap aromanya, bahkan lidahku serasa ingin lekas mencicipinya. Bola-bola kecil itu tampak mungil, seperti kelereng yang siap diadu. “Ehmmm”, ingin rasanya terus mengulang gigitan lembut itu.

Sekilas aku teringat kata yang ia ukur distatus facebooknya, kalau tidak salah ia sedang membuat kue, bukan kue coklat, tapi namanya tetap kue, entah rasanya seperti apa. Dalam imajiku, mungkin rasanya lebih enak daripada bola coklat yang telah kulahap.

 

“Aku ingin mencicipinya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s