Cermin: Rindu akan Suamu

Oleh Muzzamilah

 

            Apa kau tahu, sore ini aku kembali mengingatmu. Berusaha mengajak waktu ikut berimaji, sekadar ingin berbincang denganmu. Berharap, detik menyambutku dan mengajakmu kembali bersua padaku. Nadamu tampak harmonis dengan malam kala itu. Aku terpaku, tak menyangka dirimu berani mengumbar kata yang kurindu.

            Apa kau tahu, malam itu aku tak bisa memejamkan mata. Bahkan malam tampak panjang, sepanjang November  hingga Februari. Di sini aku tersenyum mengingatnya, sekaligus berdoa agar sua itu kembali datang, menyambut indahnya kisah yang tak sengaja terukir.

            Apa kau tahu, aku selalu bertanya. Bertanya pada imaji dan harapku.

Apa kabarmu?

Apa kamu selalu baik?

Apa kamu sudah makan?

Tugasmu itu sangat berat?

Apakah aku bisa membantumu?

Kamu mau makan apa?

Apa kamu suka dengan seseorang?

Beritahu aku apapun yang ingin kamu ungkapkan?

Ceritakanlah padaku?

Sandarkanlah keluhmu dipundakku, jika kau mau, mau kah?

 

Aku hanya bisa mengernyitkan dahiku, mungkin aku sedikit gila karena memikirkannya. Ya, sua itu terus terngiang hingga kini.

Kakak, apa kamu benar-benar sudah makan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s