Cermin: Penantian, Berakhir Bunga yang Lain

 

Kalimatmu hampir membunuhku. Sesaat bayanganku akan dirimu menjadi awan yang kelabu. Mengapa dengan lantang dirimu berkata sudah memilih bunga untuk menghiasi hati dan harimu. Aku sakit, seolah jiwa ini telah kehilangan hati. Detak pun tak terasa. Hanya hampa dan air mata yang menemaniku saat ini.

Kuyakini ini salahku,

salah karena mencintaimu,

Salah karena aku hanya mengharapkanmu

Salah karena dirimu yang hanya aku rindu

Salah karena lagi dan lagi aku mengingat namamu

Dan salah karena aku terus menginginkanmu,

 

tanpa dirimu tahu siapa aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s