Kesempatan

Sedikit menyesal karena telah sengaja membuang kesempatan. Aku sadar aku tidak berani, dan bukan sosok yang berani. Seperti halnya bintang yang terkadang sulit untuk tak datang sendiri, bahkan Piranha saja yang memiliki gigi tajam dan sangar belum tentu mau pergi tanpa Piranha lain. Tapi, dalam hal ini bukan karena tak ada teman lalu aku membuang kesempatan itu. Melainkan kenyamanan dan keikhlasan hati. Aku memang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum terjadi, dan itulah salahku.

Di sisi lain aku bersyukur atas pilihanku sendiri, karena ada pintu baru yang harus aku selesaikan. Jalan itu memang tak hanya satu, kini bercabang dengan kesempatan yang entah hasilnya seperti apa nanti. Intinya saat ini aku akan terus berjalan dalam lorong yang telah aku pilih, tanpa keluh kesah, tanpa ragu, dan aku bisa melakukannya dengan ikhlas.

 

Tiga kesempatan berbuah sesal, tenang… hanya buah kopi

Pintu lain terbuka lebar, jalan pun siap kususuri bersama hati

Jejak pasti kan terlalui, tentu dengan keikhlasan

Bersama Tuhan, kuyakini aku bisa menjalani.

 

Jadi, jangan khawatir dengan pilihan. Yakinilah itu  jalan terbaik yang Allah berikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s