Jodoh, Serahkan Pada-Nya (Allah Swt)

Memiliki pacar bukan cerita wajib untuk dilalui oleh seorang wanita. Tidak semua wanita memiliki prinsip untuk berpacaran. Jika banyak dari keluargaku yang mengatakan aku aneh karena belum memiliki calon pasangan hidup, maka biarkan saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Usiaku baru kepala dua dan bukan berarti aku harus memiliki calon pasangan atau pacar.  Aku pikir pacaran bukan sesuatu hal yang penting, malahan dalam agama hal itu tidak diperbolehkan. Berpacaran adalah komitmen sementara antara pria dan wanita untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dan seolah-olah lazim jika mereka melakukan hal yang juga dilakukan oleh suami istri, seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, bahkan sampai ada yang hamil karena berpacaran (astagfirullah, na’udzubillah). Ingat hanya komitmen sementar dan  berpacaran banyak sisi negatifnya? Hingga pada lingkungan zina.

Aku melihat artikel yang memuat urusan jodoh di facebook Yusuf Mansyur Network, yuk kita baca.

( JODOH ) URUSAN JODOH SERAHKAN KEPADA ALLAH SWT – Setiap orang memiliki garis hidup masing-masing. Tinggal bagaimana kita berusaha dan berikhtiar karena tidak ada usaha yang sia-sia. Sebagai seorang yang beriman, harus kita yakin bahwa hanya Allah SWT yang menentukan jodoh kita. Jangan merasa iri melihat keberuntungan jodoh yang dimiliki orang lain sedangkan kita merasa jodoh tak kunjung tiba. Percayalah, bahwa kita dilahirkan bersamaan dengan ketetapan jodoh yang terbaik menurut Allah SWT. Tapi mengapa tetap jodoh tak kunjung tiba?
Padahal hampir setiap saat selalu berdoa, meminta menyegerakan jodoh kepada Allah. Na’udzubillah min dzaalik. Jangan pernah sekalipun terlintas dalam pikiran kita, untuk berprasangka buruk kepada Allah SWT. ”Sang Maha Kaya dan Pencipta Segala Sesuatu” tentu memiliki rencana yang lebih indah dan lebih baik untuk kita. Sudahkah kita melakukan usaha dan ikhtiar untuk mencari dan menjemput jodoh yang sesuai dengan cara-cara Rasulullah saw?

Berikut beberapa nasehat bila jodoh tak kunjung tiba dari Ust. Ihsan Hakim

1. Niat dan Usaha yang Baik

Kalau kita berniat baik untuk mencari jodoh tidak cukup hanya sekedar niat. Tetapi harus diikuti dengan langkah-langkah atau usaha yang baik dalam mewujudkan niat tersebut. Seperti, mencari ilmu dan tentang tentang perjodohan, perkawinan atau menabung untuk biaya pernikahan.

2. Tawakal kepada Allah SWT

Serahkan segalanya kepada Allah SWT. Tawakal itu harus berkhusnuzhon kepada Allah swt. Pada dasarnya, Allah swt menghendaki kita menikah. Karena menikah merupakan perbuatan baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Kita sudah meniatkan untuk itu dan merasa sudah tawakal kepada Allah swt. Tapi ternyata, kita lebih sering tidak khusnuzhon kepada Allah swt. Padahal Allah swt selalu menginginkan segala kebaikan kepada kita. Hanya kita tidak menyikapi kebaikan Allah swt itu dengan baik.

3. Menjalankan Amalan

Puasa sunnah. Tapi jangan niat puasa sunnah untuk mencari jodoh melainkan niatkan untuk beribadah kepada Allah. Sholat tahajjud dan banyak berdoa kepada Allah swt. Dibolehkan menyebutkan amalan-amalan yang sudah dilakukan dalam doa kita. Misal, “Ya Allah semoga amal puasa yang sudah hamba lakukan, dapat menyegerakan jodoh yang terbaik menurut Engkau.” Banyak Istighfar. Banyak berinfaq.

4. Jangan Putus Asa

Dan jangan pernah berputus asa. “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa”. (Qs. al-Israa:83) Karena berputus asa akan membuat kita terputus dari rahmat Allah swt. Putus asa sering dipicu karena kita memiliki sedikit saja prasangka buruk kepada Allah swt. Misalnya, seorang wanita sudah merasa Allah swt menjadikan dia perawan tua, karena hingga usia yang sudah cukup matang namun jodoh masih tak kunjung tiba. Maka Allah pun menjadikannya seperti itu. Namun jika dia optimis, Allah swt pasti akan menolongnya.

5. Mengubah Pemahaman Perjodohan

Selama ini ada kecenderungan pihak pria memiliki hasrat untuk mencari jodoh. Begitu juga dengan wanita yang memiliki kecenderungan menunggu jodoh. Tidak ada salahnya kalau seorang wanita berinisiatif mencari jodoh. Pria yang ingin jodoh datang pada dirinya, maka harus melakukan perbaikan diri, seperti penampilan, keilmuan dan tanggung jawab materi. Begitu juga dengan wanita yang ingin mencari jodoh. Selain penampilan adalah menabung. Karena jaman sekarang tidak hanya pria yang wajib menanggung beban biaya pernikahan, tapi wanita juga punya tanggung jawab. Kita tahu bagaimana, Siti Khadijah yang tertarik lebih dulu kepada Muhammad. Waktu itu beliau belum mendapat tugas kerasulan. Tapi karena keluhuran akhlaknya, maka Khadijah pun ingin menjadikan Muhammad sebagai suaminya. Soal biaya, jelas Khadijah mampu karena dia seorang janda yang kaya raya. Kondisi sekarang, banyak pria yang sudah siap secara fisik dan keilmuan, tapi dana belum mencukupi.

6. Meminta bantuan orang tua, keluarga atau orang lain.

Selama ini orangtua selalu menanyakan kapan kita akan menikah. Sekarang kita balik dengan meminta orangtua untuk mencarikan jodoh buat kita. Bisa juga meminta bantuan saudara, atau teman. Tentunya mereka yang dimintai bantuan sudah paham dengan kriteria jodoh yang kita inginkan. Atau, kita membantu orang lain untuk menjemput jodoh. Karena ada hadits yang menyatakan, muslim yang baik adalah yang bermanfaat bagi muslim lainnya. Insya Allah dengan banyak membantu orang lain untuk menjemput jodohnya, maka Allah swt akan menyegerakan bertemu dengan jodoh kita.

Intinya bagaimana kita menyikapi bila jodoh tak kunjung tiba adalah jangan pernah sedikit pun kita berprasangka buruk kepada Allah swt. Jangan pernah putus meminta dan berdoa hanya kepadaNYA. Yakinlah itu adalah yang terbaik menurutNYA.

Allah SWT berfirman : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” . (QS. An Nur : 26)

-Tim Ustadz – (//www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839)

Aku akan menikah jika aku sudah ingin menikah. Aku akan menikah dengan orang yang mampu membimbingku pada jalan Allah Swt. Seseorang yang tentu saja aku cinta. Memang saat ini sudah ada orang yang membuatku tersentuh dan membantu
membawaku pada jalan-Nya tapi aku belum tahu skenario Tuhan nantinya seperti apa, yang jelas aku akan terus berdoa kepada Allah Swt agar aku bisa dipertemukan dengan jodohku pada waktunya, waktu yang indah yang akan membawaku dan dia pada keimanan.

Kisah cintaku tak sesederhana yang orang lain pikirkan, menunggu dan mengharapkan lelaki yang tampak semu, bahkan ia seperti senja dan kabut. Tapi aku menikmati semuanya, memang terkadang aku sedih karena aku ingin lagi menyapanya. Aku hanya bisa mengambil hikmah dari ceritaku sendiri. Aku merasakan manfaat yang luar biasa, mungkin jika tidak ada dia aku akan hidup seperti batu yang tidak tahu siapa pemiliknya. Entah mengapa dia adalah penyelamatku, harapanku akan dia membuatku hidup lebih baik. Namun, aku tidak mengharapkan lebih, kehadirannya sudah cukup bagiku, kebahagiaannya sangat cukup bagiku, walau aku tidak munafik jika aku ingin sekali memilikinya, tapi seperti yang kukatakan tadi, aku tak mengharapkan lebih. Aku akan ikut dalam kisaha Tuhan, kisah yang tentunya adalah jalan terbaik dan sangat baik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s