Puisi: Miliknya

Waktu terhenti, pasti terjadi

Sesal pun pasti dampingi:

Andai aku tak melakukannya

Andai aku melakukannya

Andai aku paham lebih awal

Andai aku mampu mengenalMu lebih dekat

Seperti senja,

kabut,

subuh,

dan ranting yang jatuh.

Sementara adalah kata yang tepat untuk kita

Manusia

Banggaku pada diri, mahkota, dan asa

hanyalah mimpi yang nyata

Namun jiwa, bukanlah kata aku

Karena aku adalah milikNya,

Jejak, rasa, dan segala adalah milikNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s