Catatan: Pengertian Filsafat

      Filsafat atau falsafat, berasal dari bahasa Yunani, Philosophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, suka, dan Sophia berarti pengetahuan, hikmah, dan kebijaksanaan (Ali dalam Jalaluddin dan Idi, 1997: 9).  Orang yang ahli dalam berfilsafat disebut philosopher (Inggris), dan orang Arab menyebutnya Failasuf, dalam bahasa Indonesia disebut filosof.

            Harun Nasution berpendapat bahwa filsafat adalah berpikir menurut tata tertib (logika), bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma, serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan (Nasution, 1973: 24). Dalam pengertian yang lebih luas Harol Titus, mengemukakan pengertian filsafat sebagai berikut:

  1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.
  2. Filsafat ialah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.
  3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.
  4. Filsafat ialah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti konsep.
  5. Filsafat ialah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat (Jalaludin dan Idi, 1997: 9)

            Kebenaran yang ingin dicapai oleh filsafat adalah kebenaran yang bersifat hakiki, hingga kebenaran itu dijadikan pandangan hidup manusia. Dalam berfilsafat dominan menggunakana nalar manusia, sehingga kebenaran dihasilkan atas dasar penilaian kemampuan maksimum menurut nalar manusia. Namun kebenaran tersebut bersifat relative karena nalar manusia bersifat terbatas. Filsafat mencakup semua persoalan dalam daya kemampuan pikiran manusia filsafat mencoba mengerti, menganalisa, menilai dan menyimpulkan semua persoalan-persoalan secara mendalam. Meskipun kesimpilan filsafat bersifat hakiki namun masih relative dan subjektif. Dalam hal ini manusia sebagai subjek yang melakukan aktivitas filsafat itu sendiri, yang mana mengalami proses perkembangan baik jasmani dan rohani terutama pada subjek yang cenderung memiliki watak subjektivitas, sehingga akan melahirkan pemikiran yang subjektivitas pula. Faktor-faktor inilah yang melahirkan aliran-aliran filsafat dan perbedaan-perbedaan dalam filsafat (Noor Syam dalam Jalaludin dan Idi, 1997: 10).

           Dari uraian di atas maka dapat diambil simpulan bahwa filsafat adalah upaya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan segala persoalan yang berkaitan dengan ruang lingkup pengalaman dan kehidupan manusia. Dengan demikian manusia diharapkan mampu memiliki pandangan yang menyeluruh dan sistematis mengenai alam semesta atau ruang lingkup manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s