Cermin: Bunga Lain

Indah hati ini jika lelaki itu dekat, memandangnya setiap waktu, hingga menatap rona kelopak mata yang ia miliki. Namun, kisah itu seolah berlalu kala cerita tak berakhir sesuai jalan yang kucita-citakan.  Waktu membuatnya lupa tentang aku. Tentang kisah yang kurajut sendiri, kini aku paham. Seperti cinta yang hanya dimiliki oleh satu tangkai, dan tak berbalas pucuk sedikitpun.

Dalam diam bersama jendela yang bergoyang, tanpa air mata sepi, aku kian menghayati kata-kata yang ia umbar dalam maya. Kisahnya bersama bunga lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s