Cermin: Pusara

Jendela itu sudah lama tidak dibuka olehnya. Gorden pun seolah menjadi hiasan permanen. Wanita muda itu hanya bisa diam dalam kesenduan. Kisah romansa yang kini ia rajut, pupus sudah. Sang adam pergi.

Lemari pakaian yang tepat berada di hadapnya berubah menjadi benda penuh makna. Seharusnya, pakaian-pakaian itu tidak semua miliknya, namun itu sudah tidak mungkin. Air matanya kian deras, tisu-tisu yang berhamburan tak ia hiraukan. Kini hanya senyum sang suamilah yang kian membayang.

Dalam satu malam ia pergi, menuju akhir dan kehidupan baru,  pusara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s