Makalah: Metodologi Penelitian

Pendahuluan

Penelitian merupakan proses untuk terlibat dalam langkah-langkah logis. Pada penelitian terdapat dua cara, yaitu melalui studi kualitatif atau kuantitatif, penelitian tersebut tergantung dari masalah apa yang akan dijadikan riset.

Penelitian dilakukan dikarenakan dorongan untuk mengetahui sesuatu permasalahan dan  sikap ketidakpuasan atas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan. Semua masalah yang ada nampaknya dapat diselesaikan melalui penelitian, baik penelitian yang sederhana atau yang lebih komplek yang mencakup banyak aspek. Namun, sering kali dalam penelitian, khususnya dalam proses pembuatan karya ilmiah dan proses dilapangan mengalami kesulitan. Oleh sebab itu, perlunya pemahaman dasar tentang penelitian, misalnya apa itu penelitian? bagaimana melakukan penelitian? Maka berdasarkan rumusan masalah tersebut makalah ini akan membahas tentang hakikat penelitian, metode ilmiah, dan paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Pembahasan

I.  Hakikat Penelitian

A.    Definisi Penelitian

Kata “penelitian” merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “research”. Mc. Millsn dan Schumancher mendefinisikannya sebagai berikut: “research is a systemic process of collecting and analyzing information (data) for some purposes.”, yang artinya penelitian adalah suatu proses sistematis tentang pengumpulan dan penganalisisan informasi atau data untuk maksud-maksud tertentu. Penelitian didefinisikan oleh banyak penulis sebagai suatu proses yang sistematik. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3).

Creswell (2012: 3) menyebutkan “Research is a process of steps used to collect and analyze information to increase our understanding of a topic or issue., yang artinya penelitian adalah proses atau langkah-langkah yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk meningkatkan pemahaman suatu topik atau masalah.

Dari definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan upaya dan proses yang sistematis tentang pengumpulan data untuk meganalisa dan memecahkan suatu masalah.

B.     Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menurut Nan Lin dalam W. Gulo (2000: 16-17) pertama, untuk menemukan hukum atau keteraturan yang bekerja di dalam gejala-gejala itu, dan tujuan yang kedua adalah untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam relasi-relasi sosial. Dengan kata lain, suatu penelitian mempunyai dua macam signifikansi (penting, manfaat), yaitu signifikansi teoritis karena ia dapat mengembangkan teori, dan sigifikansi praktis karena ia dapat memberi bantuan dalam memecahkan masalah.

Dalam Creswell (2012: 3-7) terdapat tiga tujuan mengapa penelitian ini dianggap begitu penting:

1. Penelitian Menambah Pengetahuan (Research Adds to Our Knowledge)

Menambah pengetahuan berarti pendidik berkontribusi dalam mencari informasi yang ada tentang isu-isu. penelitian akan memberikan kontribusi untuk pengetahuan dengan memperluas pemahaman tentang topik. Dengan adanya penelitian maka membantu menjawab pertanyaan. Hal ini dapat memberikan informasi tentang orang-orang dan tempat-tempat yang belum dipelajari sebelumnya.

2. Penelitian Meningkatkan Praktek (Research Improves Practice)

Penelitian membantu pendidik berlatih membangun hubungan dengan pendidik lain yang mencoba ide-ide yang sama di lokasi yang berbeda. pendidikan khusus guru, misalnya, dapat membentuk koneksi pada konferensi penelitian saat individu melaporkan topik kepentingan bersama, seperti menggunakan strategi kelompok kecil untuk manajemen disiplin di kelas.

3. Penelitian Menginformasikan Debat Kebijakan (Research Informs Policy Debates)

Selain membantu pendidik menjadi praktisi yang lebih baik, penelitian juga menyediakan informasi kepada pembuat kebijakan ketika akan melakukan penelitian dan perdebatan misalnya pada topik pendidikan. Penelitian membantu dalam menimbang berbagai perspektif. Sebagai contoh, penelitian berguna bagi pembuat kebijakan untuk meringkas alternatif pada: Kesejahteraan dan efek pada pendidikan anak-anak di kalangan keluarga berpenghasilan rendah.

II.                Metode Ilmiah

Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Definisi ilmiah adalah bersifat ilmu. Jadi,  metode ilmiah adalah pendekatan atau cara yang dipakai dalam penelitian suatu ilmu. Sesuai dari penjelasan di atas maka metode ilmiah berkaitan dengan langkah-langkah suatu peneltian. Metode ilmiah digunakan untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah. Dalam hal ini terdapat enam langkah penelitian menurut Creswell (2012: 7):

  1. Mengidentifikasi Masalah Penelitian
  2. Meninjau literatur
  3. Menentukan tujuan untuk penelitian
  4. Pengumpulan data
  5. Menganalisis dan menafsirkan data
  6. Pelaporan dan evaluasi penelitian

Penelitian dilakukan untuk menguji hipotesis. Ada empat kriteria yang perlu dipenuhi dalam suatu penelitian ilmiah, yaitu:

  1. Penelitian dilakukan secara sistematis. Prosesnya dilakukan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Setiap tahap harus dilakuakn secara berurutan, tidak boleh melangkahi tahap sebelumhya untuk langsung pada tahap terakhir atau tahap yang jauh di atasnya.
  2. Penelitian dilakukan secara terkendali. Perumusan konsep dan hipotesis secara oprasioanl merupakan kendali dalam mengarahkan seluruh kegiatan penelitian.
  3. Penelitian dilakukan secara empiris. Masalah-masalah yang akan diteliti adalah masalah yang bersifat empiris. Semua konsep yang tercakup dalam penelitian harus terhubung secara opraioanl dalam dunia nyata.
  4. Penelitian dilakukan secara kritis. Kritis dalam hal ini ada tolak ukur (kriteria) yang dipakai untuk menentukan sesuatu yang dapat diterima, baik secara eksplisit maupun implisit. Tolak ukur dalam menetapkan hipotesis tolak ukur dalam menetapkan sempel penelitian, tolak ukur dalam memilih metode pengumpulan data, tolak ukur dalam memilih alat analisis, dan sebagainya.

Menurut Emzir (2008), ada lima langkah yang sesuai dengan metode ilmiah dan melengkapi elemen-elemen umum pendekatan sistematik pada penelitian yaitu 1) identifikasi masalah penelitian, 2) review informasi, 3) pengumpulan data, 4) analisis data, dan 5) penarikan kesimpulan.

Proses sistematik dari penelitian dan metode ilmiah mengarah pada aktivitas yang dilibatkan dalam pelaksanaan suatu studi penelitian. Aktivitas tersebut tidak terbatas pada suatu jenis penelitian tertentu, melainkan aplikasi secara umum. Intinya Tujuannya adalah untuk memahami, menjelaskan realitas sosial atau menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada dengan menggunakan metode berpikir ilmiah.

III.             Paradigma Penelitian Kuantitaif dan Kualitatif

Dalam suatu kegiatan penelitian terdapat dua paradigma yaitu paradigma kuantitatif dan paradigma kualitatif. Denzin & Lincoln (1994: 107) mendefinisikan “Paradigm as basic belief systems based on ontological, epistimological, and methodological assumptions.” (Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis, epistimologis, dan metodologi). Guba (1990: 18) menyatakan suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistimologi, dan metodologi.

Secara filosofis peneliti membuat tuntutan tentang apa itu pengetahuan (ontologi), bagaimana kita mengetahuinya (epistemologi),  apa nilai-nilai yang masuk ke dalamnya (aksiologi), bagaimana kita menulis tentangnya (retorika), dan proses untuk mengkajinya (metodologi). (Creswell dalam Emzir, 2013: 10). Sehingga paradigma kualitatif dan kuantitatif masing-masing memiliki asumsi-asumsi yang berbeda bedasarkan pendekatan yang dianut oleh kedua paradigma baik dari aspek ontologis, epistemologi, aksiologi, retorika, dan metodologi.

 

Tabel 1: Asumsi-asumsi Paradigma Kuantitatif dan Kualitatif

No

Asumsi

Pertanyaan

Kuantitatif

Kualitatif

1 Asumsi Ontologi Apakah realitas  itu secara alamiah? Realitas itu objektif, dan tunggal, terpisah dari peneliti. Realitas itu subjektif dan ganda seperti yang dilihat oleh peneliti dalam studinya
2 Asumsi Epistimologi Apa hubungan penelitian dengan yang diteliti? Peneliti tidak tergantung dari yang diteliti Peneliti berinteraksi dengan apa yang diteliti
3 Asumsi Nilai Apa peran nilai? Bebas nilai dan tidak bias Tidak bebas dan bias
4 Asumsi Bahasa Apa bahasa penelitian? –  Formal

–  Berdasarkan pada seperangkat definisi

–  Bahasa yang tidak personal (impersonal)

–  Menggunakan kata-kata yang diterima secara kuantitatif

–  Informal

–  Terkandung dalam definisi

–  Bahasa personal

–  Menggunakan kata-kata yang diterima

5 Asumsi Metodologi Apa proses dari penelitian? –  Proses deduktif

–  Sebab dan akibat

–  Disain yang statis, kategori-kategori terisolasi sebelum studi dilakukan

–  Bebas konteks

–  Generalisasi degunakan untuk memprediksi, menjelaskan dan memahami

–  Keakuratan dan keajegan melalui validitas dan reliabilitas

–  Proses induktif

–  Faktor-faktor dibentuk secara bersama

–  Disain berkembang, kategori-kategori diidentifikasi selama proses penelitian

–  Terikat pada konteks

–  Pola (kerangka), teori-teori dikembangkan untuk memahami

–  Keakuratan dan keajegan melalui verivikasi

Sumber: Firestone (1987), Guba & Lincoln (1988), McCracken (1985 dalam Creswell, 1994: 5)

Terdapat empat aliran pemikiran tentang pengetahuan, yaitu pospositivisme, konstruktivisme, advokasi/partisipatori, dan pragmatisme. (Creswell dalam Emzir, 2013: 11).

1.      Tuntutan Pengetahuan Pospositivisme

Melakukan penelitian “ilmiah” dalam asumsi pospositivisme disebut juga penelitian kuantitatif, penelitian pospositivist, penelitian empiris, dn pospositivisme. Tradisi pospositivisme datang dari penulis-penulis abad ke 19 seperti Comte, Mill, Durkheim, Newton, dan Locke.

Masalah yang dteliti oleh pospositivisme mencerminkan suatu kebutuhan untuk menguji sebab-sebab yang memengaruhi hasilnya, seperti masalah yang diuji dalam eksperimen. Dalam metode ilmiah pendekatan penelitian pospositivisme – seorang peneliti mulai dengan suatu teori, mengumpulkan data yang mendukung atau menolak teori tersebut, dan kemudian membuat revisi yang diperlukan sebelum tes tambahan dilakukan.

2.      Tuntutan Pengetahuan Konstruktivisme Sosial

Konstruktivisme sosial adalah suatu pandangan.  Tujuan penelitian bergantung pada pandangan partisipan tentang situasi yang sedang diteliti.  Pertanyaan akan menjadii luas dan umum sehingga pasrtisipan dapat membangun makna dari suaut situasi, suatu makan yang biasanya dilupakan dalam diskusi atau interaksi dengan orang lain. Makna tersebut tidak secara sederhana terter pada individu, tetpi dibentuk melalui interaksi dengan orang lain dan melalui norma historis dan cultural yang berlaku dalam kehidupan individual. Dengan demikian penelitian konstruktivisme sering mengarahkan “proses” interaksi di antara individu. Juga memfokuskan pada konteks spesifik tempat orang hidup dan bekerja agar memhami latar belakang historis dan cultural dari partisipan. Tujuan penelitian adalah membuat arti atau interpretasi makna yang dimiliki orang lain tentang dunia ini. Dari pada dimulai dengan sebuah teori (seperti dalam pospositivisme), peneliti mengembangkan secara induktif suatu teori.

3.      Tuntutan Pengetahuan Advokasi/partisipatori

Terbentuk selama tahun 1980-an dan 1990-an dari individu yang merasa bahwa asumsi pospositivisme yang mempersyarat hukum structural dan teori tidak memerlakukan secara layak individdu atau kelompok yang terpinggirkan atau dalam masalah keadilan sosial. Hal yang terpenting dalam penelitian ini bahwa sikap konssturktivist tidak cukup dalam pembelaan dalam membantu orang yang terpinggirkan. Para peneliti percaya penelitian perlu dijalin dengan agenda politik dan politisi. Sehingga penelitian harus berisi agenda tindkn untuk mereformasi apa yang dapat mengubah kehidupan partisipan, lembaga tempat individu bekerja atau hidup, dan kehidupan peneliti.

Masalah spesifik yang menjadi arah pembicaraan pada masalah sosial yang penting saat ini seperti isu kekuasaan, ketidaksamaan, penganiayaan, dominasi, penindasan, dan perampasan hak. Peneliti advokasi sering memulai dari salah satu isu tersebut sebagai focus penelitian. Penelitian ini mengasumsikan bahwa penelitian akan berjalan bersama secara kolaboratif dengan partisipan agar tidak terpinggirkan lebih jauh sebagai hasil penelitian. Partisipan mampu membantu merancang pertanyaan, mengumpulkan data, menganalisis informasi, atau menerima penghargaan untuk partisipasi dalam peneletian.

4.      Tuntutan Pengetahuan Pragmatik

Pragmatisme berasal dari karya Peirce, James, Mead, dan Dewey. Penelitian ini sebagai suatu penyangga filosofis untuk studi metode gabungan. Menurut Cherryholmes, Murphy, dan Creswell (dalam Emzir, 2013: 19-20) pragmatism memberikan dasar untuk tuntutan pengetahuan sebagai berikut.

  1. Pragmatism tidak percaya pada suatu system filosofi atau realitas tertentu.
  2. Para peneliti memiliki kebebasan memilih: metode, teknik, dan prosedur penelitian.
  3. Pragmatisme tidak melihat dunia sebagai suatu kesatuan yang mutlak.
  4. Kebenaran adalah apa yang bekerja pada waktu tersebut (Trust is what works at the time)

Tabel 2 Posisi Tuntutan Pengetahuan alternative (Creswell dalam Emzir, 2013: 21)

Pospositivisme

  • Determinasi
  • Reduksionisme
  • Observasi empiris dan pengukuran
  • Verivikasi teori
Konstruktivisme

  • Pemahaman
  • Makna jamak partisipan
  • Konstruksi sosial dan historis
  • Menghasilkan teori
Advokasi/Participator

  • Politis
  • Berorientasi pada masalah
  • Kolaboratif
  • Berorientasi pada perubahan
Pragmatisme

  • Konsekuensi tindakan
  • Berpusat pada Masalah Pluralistik
  • Berorientasi pada praktik dunia nyata

  

Daftar Pustaka

Basuki, Heru. 2006. Penelitian Kulaitatif untuk Ilmu-ilmu Kemanusiaan dan Budaya.

Creswell, John W. 2008. Educational Research: Palnning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitatif Research.

Emzir. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Anwar, Rozan. 2009. Pengembangan Model; Metodologi. FISIP UI.

Gulo, W. 2000. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Grasindo.

Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s