[ID Volunteering] Berbagi adalah Kebahagiaan yang Tak Ternilai

image

Gambar 1 Rumah Belajar Muzzam bersama PEMUPA

Berbagi adalah hal yang tidak mudah dan tidak sulit. Hanya saja dibutuhkan komitmen dan kesabaran. Mungkin aku belum menjadi sosok yang memiliki komitmen dan kesabaran yang kuat seperti relawan lainnya yang sudah melanglangbuana ke luar pulau atau luar negeri, hanya saja aku mencoba untuk berbagi segala pengalamanku dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang tak jauh dari lingkunganku. Mereka yang senang mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

Aku akan berbagi tentang kisahku, kisah di mana berbagi menjadi hal yang menyenangkan.

Saat itu tepat di bulan Ramadhan. Aku mengajak teman-teman remaja di kampungku untuk membuat acara di bulan Ramadhan. Kebetulan mereka adalah Ikatan Remaja Pangkalan Atas (IRPA), sebuah organisasi kepemudaan di kampungku, kampung Pangkalan Desa Srogol Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Acara itu kami beri nama MERIAH Ramadhan, yang artinya Meraih Berkah Ramadhan. Alhamdulillah, acara tersebut lancar dan anak-anak di desaku amat sangat antusias. Awalnya sempat pesimis namun atas izin Allah, semua berjalan melebihi apa yang kami harapkan, dari acara ngabuburit, pesantren kilat, buka bersama, hingga perlombaan Islami. Para donatur pun berdatangan membantu kelancaran acara tersebut.

image

Gambar 2 Ngabuburit MERIAH Ramadhan

image

Gambar  3 Lomba Islami MERIAH Ramadhan

Dari kegiatan Ramadhan, berlanjut membentuk satu komunitas kecil yang kami beri nama PEMUPA, yaitu Pengajar Muda Pangkalan. Suatu komunitas bagi mereka yang ingin berbagi ilmu dan pengalaman. Tepat di hari kemerdekaan tahun ini PEMUPA dibentuk. Walaupun masih baru, semoga saja bisa menebar manfaat dan kebaikan untuk orang lain.
Kelas PEMUPA di buka setiap hari Minggu pukul 9.00 pagi hingga 12.00 siang, dan Perpus Mini kami buka hingga magrib. Awalnya tentu kami sempat ragu karena kita tahu bahwa anak zaman sekarang lebih suka bermain atau menonton televisi di hari Minggu ketimbang belajar. Tapi, syukur alhamdulillah nyatanya mereka antusias belajar. Memang tidak selalu ramai, terkadang hanya beberapa anak saja yang datang, tapi kami tidak pantang menyerah mengajak mereka bermain dan belajar.

image

Gambar 4 PEMUPA dan Perpustakaan Mini

Kami senang jika mereka tersenyum dan pulang dengan gembira, nyatanya belajar di hari Minggu bukanlah hal yang sulit. Hanya saja kami harus menciptakan kelas yang menyenangkan agar mereka mau belajar. Pembelajaran yang intens kami ajarkan adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, Menulis, dan Membaca.

Kami harap, kami bisa menjadi orang-orang yang bermanfaat, dan juga memberikan inspirasi bagi remaja-remaja lainnya. Menjadi volunteer di desa sendiri memang sedikit narsis, tapi saat ini hanya itu yang kami bisa, karena berbagi tidak mudah dan juga tidak sulit, intinya niat karena Allah, komit, dan sabar. InsyaAllah akan berjalan dengan baik.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku berbagi hal yang aku suka. Sempat aku melatih tari tradisional asal Aceh, yaitu Saman di SDN Citiis  tempat ibuku mengajar, lokasinya cukup jauh dari rumahku. Di desa kecil itu aku melatih tari Saman, tarian yang belum pernah mereka coba sebelumnya, karena mereka hanya mendengar dan melihatnya lewat buku pelajaran di sekolah. Sekarang aku sudah tidak melatih di sana karena ibuku sudah pindah mengajar, jadi aku belum sempat berkunjung kembali. Hanya saja kini aku melatih tari di rumah bersama PEMUPA.

image

Gambar 5 Di SDN Citiis Kecamatan Cigombong

Menjadi relawan tidak begitu saja terjadi. Jujur aku termotivasi oleh beberapa kegiatan yang sebelumnya aku lakukan bersama teman-temanku semasa masih menjadi mahasiswa S1, yaitu suatu kegiatan sosial yang kami sebut NAML Foundation, sebuah kegiatan sosial tentang berbagi dengan sesama. Berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Setiap bulannya kami rutin mengadakan santunan dan berbagi kebahagiaan. Sayang, sekarang aku jarang berkumpul lagi dengan mereka karena kesibukanku setelah lulus dan menyandang status sarjana.

image

 

Gambar 6 NAML Foundation

Inti dari kisahku di atas adalah berbagi itu menyenangkan. Tawa dan keceriaan orang-orang yang ada di sekitar kita adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Materi memang penting tapi yang paling berharga adalah seberapa manfaatnyakah diri ini untuk orang lain. Lagi kukatakan, berbagi adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Namun tetaplah komit dan bersabar, karena itulah salah satu jalan menebar dan mendapatkan kebahagiaan.

Berbagi adalah kebahagiaan tak ternilai.

Dengan berbagi bukan berarti akan ada yang berkurang.

Berbagi tidak harus berasal dari uang, cukup dengan apa yang kita miliki.

Dengan berbagi, suka pun tercipta, tawa dan ceria akan ikut di dalamnya.

Berbagi adalah ketulusan, dan biarkan Tuhan yang menilai.

Mari kita berbagi, lakukan dari hal yang paling mudah, berbagi senyuman.

@IDVolunteering
#ProudtobeVolunteer
#IVD2015

5 pemikiran pada “[ID Volunteering] Berbagi adalah Kebahagiaan yang Tak Ternilai

  1. Berbagi akan lebih menyenangkan , jika kita lakukan bersama-sama😀 , dan penuh dengan ke ikhlasan ,(y) kaka hebat bisa mengajak anak remaja masjid kaka untuk membuat suatu program yang insyaallah sangat berguna bagi masyarakat, terutama anak-anak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s