Pelajar Malu dengan Nilai Pelajaran yang Kecil? Sudah Gak Zaman!

 

Selamat malam semua! Hari ini aku ingin berbagi curhatan lagi, kalau di lihat dari judulnya agak sedikit nyeleneh yah, soalnya kayak gak pernah malu aja. Tapi aku pikir pandangan kita harus diubah nih sob. Jangan takut dan malu dengan nilai kecil, kenapa? Karena kita harus menghargai yang namanya proses, asik..

Hasil itu tercipta karena proses. Berkaitan dengan hal itu sudah seharusnya kita menghargai  hasil yang kita peroleh, karena usaha kita patut kita apresiasi sob. Skor kecil itu nggak seharusnya dijadikan momok, melainkan motivasi untuk lebih baik lagi. Bahkan hal itu menjadi bahan pembelajaran bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi dalam menyampaikan materi kepada siswa dan menerima materi yang disampaikan.

Kita ini harus paham, kalau nilai kecil itu bukan kesalahan siswa seluruhnya, melainkan beberapa pihak yang ikut memengaruhinya. Misal mtode mengajar  yang digunakan oleh guru, sikap dan pola asuh orang tua yang memengaruhi psikologis anak, hubungan siswa dengan teman kelasnya, jumlah tugas yang terlalu banyak, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, guru dituntut untuk peka dan memberikan perhatian khusus bagi mereka yang mendapatkan nilai di bawah kkm dan mereka yang memiliki sikap yang sudah di ambang batas kewajaran. Tapi, nggak cuman guru saja yang wajib memberikan perhatian, melainkan semua pihak yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap anak.

Amat sangat disayangkan ketika siswa merasa malu dengan skor kecil yang didapatnya, kecewa pasti ada, itu manusiawi tapi untuk apa malu? Toh kita mendapatkan nilai itu dengan jujur, murni hasil sendiri tanpa menyontek. Bahkan yang harusnya malu itu yah mereka yang mendapatkan nilai besar namun hasil dari menyontek, contohnya yah kayak koruptor lah. Yang harus kalian tumbuhkan adalah berpikir positif pada diri sendiri, jangan malunya yang dibesarkan, itu gak bakalan bikin kita maju. Tahu pribahasa, “Malu bertanya sesat di jalan”, gak ada hubungannya sih, tapi intinya jangan malu deh, introspeksi aja dan nyatakan bahwa kita bisa, kita jujur, dan kita adalah generasi optimis dan percaya diri.

Sudah nggak zaman malu karena nilai pelajaran kecil, yang seharusnya kita anggap malu adalah ketika kita bangga dengan menurunnya nilai moral dan akhlak kita. Banyak dari kita menganggap memposting hal-hal yang jauh dari nilai moral itu adalah sesuatu yang wajar, gak percaya? nih misalnya memposting gaya berpacaran (pegangan tangan lah, peluk-pelukanlah, sender-senderan lah, padahal belum halal, hem), merokok di tempat tongkrongan, meminum-minuman keras, tauran, cacian, dan lain sebagainya. Itu yang seharusnya kita anggap malu sob. Jadi, jangan malu sama nilai kecil yah, masih ada yang namanya remidial, banyak juga guru yang mampu membantu kalian menjadi anak yang berprestasi, yang penting ada kemauan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Mari kita menjadi makhluk Allah yang taat dan beriman kepada-Nya.

Mari kita menjadi remaja cerdas, optimis, jujur, dan percaya diri.

Mari kita menjadi manusia-manusia yang selalu berpikir positif terhadap apa pun.

Mari kita menjadi orang yang malu di hadapan Rabbnya, malu melakukan hal-hal yang Allah larang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s